Breaking News:

Banjir Bandang NTT

UPDATE Data Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor NTT, 68 Tewas, 70 Orang Masih Hilang

Sebanyak 68 warga tewas dalam bencana banjir bandang disertai tanah longsor yang menerjang sebelas kabupaten dan kota di NTT

Editor: Hari Susmayanti
ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD
Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Sebanyak 68 warga tewas dalam bencana banjir bandang disertai tanah longsor yang menerjang sebelas kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4/2021).

Sementara 70 warga hingga saat ini dilaporkan masih hilang.

Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap para korban dan penanganan para korban selamat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi dari semua daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdampak banjir bandang dan longsor.

"Ini akumulasi dari beberapa wilayah yang ada," kata Raditya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (5/4/2021).

Raditya mengatakan, 68 orang yang meninggal dunia akibat banjir dan longsor ini terdiri dari 44 orang meninggal dunia di Kabupaten Flores Timur, 11 orang di Kabupaten Lembata, 2 orang di Kabupaten Ende, dan 11 orang di Kabupaten Alor.

Selain itu, banjir dan longsor mengakibatkan 15 orang mengalami luka-luka, 70 orang hilang dan 2.655 jiwa terdampak.

Kemudian, banjir bandang dan longsor menimbulkan kerugian materil yaitu 25 unit rumah rusak berat, 114 unit rumah rusak sedang, 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam, 743 unit rumah terdampak, 5 jembatan putus dan 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang.

Raditya juga mengatakan, TNI sudah mendirikan 20 titik dapur lapangan di 4 kabupaten yaitu Kabupaten Timor Timur Selatan 2 titik, Kabupaten Flores Timur 4 titik, dan Kabupaten Bima 10 titik.

Baca juga: Penjelasan Basarnas DIY Terkait Kronologi Korban Hanyut di DAM Mrican Sungai Gajahwong

Baca juga: BPBD Magelang Lakukan Penangulangan Pencegahan Terkait Potensi Cuaca Ektrem

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved