Breaking News:

BPBD Magelang Lakukan Penangulangan Pencegahan Terkait Potensi Cuaca Ektrem

BPBD Kabupaten Magelang melakukan mitigasi bencana alam terkait cuaca ekstrem yang didominasi musim hujan dan angin kencang.

pixabay.com
Ilustrasi cuaca ekstrem. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melakukan mitigasi bencana alam terkait cuaca ekstrem yang didominasi musim hujan dan angin kencang.

Kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Magelang, Gunawan Imam Suroso, mengatakan pihaknya telah melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap cuaca yang dimungkinkan bisa menjadi ekstrem.

"Saat ini, untuk mitigasi bencana kami sudah siap siagakan personil di lapangan yang disebar dibeberapa titik rawan bencana," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (05/04/2021).

Adapun, personil yang disiagakan terdiri dari 90 personil khusus BPBD  Magelang dan tim TRC yang tersebar di setiap kecamatan sebanyak 2 orang.

Selain itu, pencegahan dan penanggulangan juga dilakukan dengan mempersiapkan kebutuhan logistik dan alat-alat untuk evakuasi.

"Kami juga cukupkan kebutuhan logistik dan bantuan alat-alat untuk evakuasi. Sehingga, jika terjadi sesuatu bisa cepat tertangani," tuturnya.

Sementara itu, pihaknya memprediksikan musim penghujan  disertai angin kencang akan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Diperkirakan cuaca buruk, akan terjadi hingga akhir Mei mendatang.

"Kalau biasanya kan, memasuki April itu sudah masuk musim kering. Namun,  saat ini yang terjadi musim basah (penghujan) lebih panjang dari semestinya ketika kondisi normal," ucapnya.

Berdasarkan pendataan BPPD Magelang sepanjang Januari-Maret 2021, terdapat beberapa bencana akibat cuaca ekstrem yang dihimpun dari 21 kecamatan. 

Di antaranya tanah longsor sebanyak 149 kasus , angin kencang sebanyak 145 kasus, dan banjir sebanyak 4 kasus.

Atas kejadian tersebut, BPBD Magelang tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada ketika melakukan aktivitas terutama di wilayah yang berisiko tinggi. 

"Kami minta masyarakat tetap hati-hati dan selalu mengutamakan keamanan. Dan, tetap memantau kondisi cuaca ketika hendak melakukan aktivitas," pungkasnya. (*)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved