Pendidikan
Disdik Bantul Sebut ASPD Bisa Menjadi Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
ASPD merupakan kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) bagi siswa SMP/MTS di Kabupaten Bantul berjalan lancar.
Ada sebanyak 117 SMP/MTS baik negeri maupun swasta yang mengikuti ASPD.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul, Isdarmoko mengatakan ASPD merupakan kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Meski ada sedikit kendala, hal itu tidak mempengaruhi hasil ASPD.
Baca juga: Tak Diatur Pemerintah Pusat, Ini Tanggapan Sekolah Soal ASPD DIY Dijadikan Komponen Penilaian PPDB
"Secara umum pelaksanaan lancar, hanya ada sedikit kendala. Ada link yang lambat dibuka karena koneksi internet di sekolah tersebut agak bermasalah. Tetapi tidak masalah karena kami ambil kebijakan tambahan waktu, sehingga siswa tidak dirugikan,"katanya, Senin (05/04/2021).
Ia menyebut permasalahan koneksi internet hanya terjadi di satu sekolah saja.
Meski dilaksanakan secara daring, ada beberapa siswa yang terpaksa mengerjakan soal secara manual.
"Ada yang manual, karena siswa tersebut sakit. Jadi tidak bisa datang ke sekolah untuk mengerjakan soal,"sambungnya.
Isdarmoko menyebut selain untuk mengetahui kompetensi siswa, pelaksanaan ASPD juga menjadi alat ukur kesiapan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Sebab pelaksanaan ASPD tetap mengacu pada protokol kesehatan yang ketat.
Sebelum pelaksanaan ASPD, pihaknya sudah meminta sekolah untuk mengecek sarana dan prasarana yang mendukung protokol kesehatan.
Baca juga: Forpi Kota Yogyakarta Akan Pantau Pelaksanaan Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD)
Sekolah juga diminta untuk melengkapi daftar periksa kesehatan.
"Pelaksanaan ASPD ini juga bisa sekaligus untuk uji coba pembelajaran tatap muka. Karena sejak berbulan-bulan lalu kami sudah minta sekolah untuk menyiapkan,"ujarnya.
Terpisah, Pengawas ASPD di SMP 2 Pundong, Tri Rahayu menambahkan ASPD dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.
Sebelum masuk ruangan, siswa menjalani pengecekan suhu tubuh.
Siswa juga wajib memakai masker dan mencuci tangan.
"Tetap jaga jarak. Pelaksanaan ASPD dibagi menjadi dua sesi dan memanfaatkan empat ruangan. Satu ruangan hanya berisi 17 siswa saja,"tambahnya. ( Tribunjogja.com )