Densus 88 Gerebek Rumah di Kota Yogya
BREAKING NEWS: Densus 88 Geledah Rumah di Mantrijeron Yogyakarta
Kali ini, penggeledahan oleh Densus 88 dilakukan di sebuah rumah di Jalan Suryadiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Sigit Widya
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali melakukan penggeledahan di rumah seseorang di DI Yogyakarta, Minggu (4/4/2021) siang.
Kali ini, penggeledahan oleh Densus 88 dilakukan di sebuah rumah di Jalan Suryadiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Saat ini, Densus 88 dibantu kepolisian setempat menyeterilkan wilayah tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Densus 88 Juga Lakukan Penangkapan di Berbah Sleman
Aparat menyeterilkan wilayah dengan radius sekitar 300 meter dari tempat kejadian perkara.
Masyarakat yang hendak masuk ke Jalan Suryadiningratan dihalau petugas bersenjata lengkap.
Baca juga: Kronologi Lengkap Penangkapan Terduga Teroris dan Penggeledahan 2 Rumah di Berbah Sleman
Sumber di lapangan menyebut, penggeledahan di Jalan Suryadiningratan berlangsung sejak pukul 13.30 WIB.
Reporter Tribunjogja.com masih berada di lokasi untuk mencari informasi lebih lanjut, terutama dari pihak-pihak berwenang.
Penggeledahan di Bantul dan Sleman
Setelah Jumat (2/4/2021) siang hingga malam menggeledah sejumlah rumah di Bantul dan Sleman, pada Sabtu (3/4/2021) siang, Densus 88 Antiteror Polri kembali melakukan penggeledahan di Bantul.
Kali ini, tim khusus antiteror Mabes Polri itu melakukan penggeledahan di satu rumah di Jotawang, Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Ketua RT setempat, Handoyo mengungkapkan, rumah tersebut milik D (39).
Saat penggeledahan, D tidak ada di rumah. Penggeledahan berlangsung sekitar empat jam.
"Mulai pemeriksaan sekitar jam 12.00 WIB. Selesainya jam 16.00 WIB," jelas Handoyo, kemarin.
Handoyo menjadi orang yang diminta oleh aparat, untuk menjadi saksi dalam penggeladahan tersebut.
Menurutnya, seusai penggeledahan, ada sejumlah barang yang dibawa.
Ia tidak hafal semuanya. Namun seingat dia, ada buku, banner, rompi, HT, handphone, flashdisk, kepingan VCD hingga kamera digital.
Barang-barang tersebut dibawa dengan dimasukkan dalam tiga kantong plastik besar.
"Paling banyak (yang dibawa) buku. Bahan peledak dan senjata tajam tidak ada," tuturnya.
Handoyo menambahkan, saat proses penggeledahan, D, tidak berada dikediamannya.
Di dalam rumah, kata dia, hanya ada istrinya.
Proses penggeledahan, didampingi oleh psikolog dari Polwan.
Saat pemeriksaan, menurut dia, istri D terlihat kooperatif.
Selalu menjawab ketika aparat menanyakan kepemilikan sejumlah barang dirumahnya.
Dijelaskan Handoyo bahwa D sebenarnya berasal dari Batang, Jawa Tengah.
Sementara istrinya, berasal dari Gorontalo.
Namun secara administratif, pasangan suami-istri itu, sudah menjadi warga Padukuhan Jotawang.
Mereka sudah lama tinggal dan belum memiliki anak.
"Membeli rumah dan tinggal di sini, sejak tahun 2008," bebernya.
Dukuh Jotawang, Bangunharjo, Sewon Bantul Arintoko SE menceritakan, warganya yang bernama D, secara kepribadian baik.
Sering tegur sapa ketika bertemu.
Ia menilai, D di kampungnya tergolong orang pintar.
Hal itu, diperhatikan dari bagaimana menata bahasa ketika sedang berbicara.
Tapi secara umum, sama seperti warga lainnya. Bahkan, tidak ada yang aneh dan mencurigakan.
"Saya setengah tidak percaya. Cuma ya itu, dia sering keluar kota," kata Arintoko.
Ia tidak mengetahui secara pasti pekerjaan apa yang ditekuni oleh D, sehingga sering bolak-balik keluar kota.
Tetapi istrinya, kata dia, sering berada dirumah dan menggeluti profesi sebagai pembuat roti.
Saat penggeledahan D tidak berada di rumah.
rintoko mengaku sempat bertanya kepada aparat.
"Katanya, sudah diamankan saat sedang perjalanan pulang, dari Jakarta ke sini. Diamankan hari Kamis kalau nggak salah," ucapnya.
Penggeledahan di Sleman
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri juga melakukan penggeledahan di Dusun Gandu, Desa Sendangtirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Jumat (2/4/2021) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Reporter Tribun Jogja, para petugas Densus 88 tersebut menggeledah ke beberapa tempat dimulai sekitar pukul 20.00 WIB.
"Tadi habis Isya petugas Densus 88 datang. Ya sekitar jam 20.00 WIB. Tadi masuk ke rumah adik saya," kata kakak yang rumahnya digeledah, Najib Hisyam.
Dari rumahnya tersebut, para anggota Densus 88 Mabes Polri menyita sejumlah barang pribadi.
Berdasarkan penuturannya, selama bertahun-tahun keduanya tidak ada kegiatan di luar.
Sementara itu, kesaksian Ketua RT setempat, Agus Purwanto menjelaskan, dari hasil penggeledahan yang dilakukan Densus 88 Jumat malam, pihak kepolisian telah menyita satu buah laptop, seperangkat komputer beserta CPU, beberapa buku, dua panah dan dua busur.
"Tadi menyita laptop, CPU beserta komputer, buku-buku yang banyak, panah dua dan busur dua," katanya saat ditemui seusia penggeledahan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terduga-teroris-mantrijeron-1.jpg)