Breaking News:

FAKTA-FAKTA Klaster Baru Covid-19 di Sleman, dari Takziah hingga 69 Orang Positif Virus Corona

Berawal dari takziah atau layatan karena ada seorang warganya yang meninggal dunia, kronologi kasus pertama muncul di dua padukuhan.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Dukuh Plalangan Pandowoharjo Sleman, Jamaludin, (baju putih), sedang berjaga di pintu keluar-masuk kampung Plalangan. Akses jalan sementara dijaga ketat, untuk membatasi tamu yang datang, setelah muncul klaster takziah di kampung tersebut. 

Kasus penularan corona hampir sama juga terjadi di Padukuhan Blekik, Sardonoharjo, Ngaglik.

Penewu Ngaglik, Subagyo mengatakan, hingga saat ini sudah ada 44 warga Blekik yang dinyatakan positif covid-19.

Tracing dan testing sudah dilakukan. Menyasar sekitar 360 warga.

Kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Satgas Kapanewon, Kalurahan hingga Puskesmas. 

Kepala Puskesmas Ngaglik, dr. Yuli Khamidah berkata, kasus penularan bermula dari ada seorang warga Blekik meninggal dunia sekitar pertengahan Bulan Maret. Kemudian digelar acara tahlilan.

Menurutnya, tahlilan bukan hanya diikuti oleh warga Blekik namun diikuti juga oleh warga 3 padukuhan sekitarnya.

Selang setelah itu, ternyata pihak keluarga ada yang positif. Tracing dan testing segera dilakukan. Tracing hari pertama menyasar 170 warga.

"Yang positif saat itu ada 23 orang," ucap dia.

Hari berikutnya tracing kembali dilakukan dengan total mencapai 360 orang, dan 44 orang di antaranya dinyatakan positif. 

Yuli mengatakan, warga yang positif saat itu diminta isolasi. Awalnya, akan dilakukan Isolasi mandiri di rumah.

Halaman
1234
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Joko Widiyarso
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved