Breaking News:

Pendidikan

Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa Berharap Prokes di Kampus Bukan Sekadar Imbauan

Sejumlah mahasiswa berharap bahwa kuliah luring ini benar-benar mengimplementasikan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Pixabay.com / Alexandra_Koch
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wacana tentang kuliah tatap muka masih terus dibicarakan di tingkat universitas.

Sebagian kampus di DI Yogyakarta sudah menyiapkan sederet fasilitas dan sarana kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona saat studi luring dimulai.

Satgas COVID-19 tingkat kampus pun sudah dibentuk.

Sejumlah mahasiswa juga berharap bahwa kuliah luring ini benar-benar mengimplementasikan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Baca juga: Sebelum Mulai Kuliah Tatap Muka, UPNVY Upayakan Vaksinasi 1.400 Dosen dan Tendik

“Harapannya prokes benar-benar dijalankan sih. Jadi bukan imbauan. Benar-benar jaga kesehatan dan ada mekanisme yang jelas,” kata Delima Purnamasari, mahasiswa UPN ‘Veteran’ Yogyakarta (UPNVY) kepada Tribunjogja.com, Jumat (26/3/2021).

Ia mengungkapkan, dirinya sudah mendengar tentang kuliah tatap muka.

Maka, sebagai mahasiswa yang masih menempuh studi semester empat, kampus serius untuk mengikuti prokes.

“Misal, kalau ada mahasiswa dari luar, apakah harus test swab dulu, apa vaksin dulu. Ini kan juga harus jelas dan tidak membingungkan mahasiswa,” paparnya.

Hal lain yang menjadi sorotan, kata Delima adalah adanya fasilitas yang memadai, seperti tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya, kamar mandi bersih hingga ruang isolasi.

Baca juga: Kampus Boleh Kuliah Tatap Muka, Bupati Sleman Minta Mahasiswa Penuhi Syarat Ini

Sebab, kampus adalah tempat rentan untuk penyebaran virus corona mengingat akan ada banyak civitas akademika yang berada di tempat tersebut.

“Jujur, saya setuju kalau ada kuliah luring mengingat kuliah daring ini memang tidak efektif. Entah karena sinyal, jadwal yang ganti, malah gak efisien,” tambahnya.

Senada, Damar Putra Pratama, mahasiswa salah satu universitas swasta di DI Yogyakarta berharap hal yang sama.

Menurutnya, prokes harus dijalankan dengan ketat dan sudah vaksinasi.

“Kalau bisa sih sudah divaksin juga ya. Kan biar aman ya semuanya,” imbuh Damar. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Ardhike Indah
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved