Breaking News:

Tertunda Karena Pandemi, 20 Keluarga di Bantul Bakal Berangkat Transmigrasi Tahun ini

Program transmigrasi Kabupaten Bantul akan kembali dilaksanakan. Rencananya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akan memberangkatkan

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Program transmigrasi Kabupaten Bantul akan kembali dilaksanakan. Rencananya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akan memberangkatkan 20 keluarga tahun ini.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan 20 keluarga yang tahun ini diberangkatkan adalah keluarga yang pada tahun 2020 lalu belum bisa berangkat karena pandemi COVID-19.

"Kami sudah ada dhawuh (permintaan) dari DIY untuk memberangkatkan yang kemarin tertunda pada 2020 karena pandemi COVID-19. Ada 20 keluarga yang tertunda tahun lalu," katanya, Jumat (26/03/2021).

Baca juga: DPC HIPPI Sleman Kerjasama Dinas Koperasi dan UKM Sleman Selenggarakan Coaching Program

Saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan bagi peserta transmigrasi. Persiapan tersebut berupa pelatihan ketrampilan, baik keterampilan pertanian dan perkebunan. 

"Kalau dari seleksi administrasi, kesehatan, sudah lolos. Saat ini masih melakukan pelatihan. Sehingga nanti kalau sudah berangkat sudah siap," sambungnya.

Ia menerangkan pemberangkatan transmigrasi tahun ini hanya 20 keluarga yang terdaftar 2020 lalu. Pihaknya tidak memberikan tambahan kuota bagi peserta lain.

Namun demikian, keberangkatan peserta transmigrasi disesuikan dengan kuota dari DIY. 

Istirul menyebut, animo masyarakat dalam program transmigrasi sangat baik. Buktinya saat ini masih ada 79 keluarga yang masuk dalam daftar tunggu. 

Baca juga: Edukasi Pengelolaan Keuangan Haji, BPKH Luncurkan Buku Bersama Akademisi UMY

Terkait waktu pemberangkatan, pihaknya belum tahu pasti. Namun pulau tujuan transmigrasi adalah Sulawesi dan Kalimantan.

"Pemberangkatan masih cukup lama, tetapi memang tahun ini. Kami menunggu informasi dari DIY. Rata-rata setiap tahun kami mengirimkan 20 keluarga, karena kami juga sesuikan dengan kuota dari DIY. Makanya sampai saat ini masih ada yang didaftar tunggu, karena masyarakat tertarik dengan program ini (transmigrasi)," terangnya. (maw)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved