Breaking News:

Klaten

Menikmati Keindahan Puncak Merapi Sambil Ngopi di Kemalang Klaten

Namun seiring menjamurnya pusat kuliner di sekitar kawasan Kemalang, warga sekitar Merapi kini mulai tertarik menanam tanaman kopi.

Dok Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Kabupaten Klaten
Salah satu kedai kopi yang ada di wilayah Kemalang Klaten 

Sri Widagdo sebagai Sekretaris Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten mengaku warga di wilayahnya mulai tertarik untuk membudidayakan kopi dalam beberapa tahun terakhir ini.

Selain iklim dan cuacanya cocok, harga biji kopi juga cukup lumayan sehingga bisa menambah penghasilan para petani.

Biji kopi yang dihasilkan oleh para petani di wilayahnya banyak diserap oleh kedai-kedai kopi di sekitar Merapi.

Tak hanya itu, kopi dari kawasan Kemalang ini juga banyak dipasarkan untuk buah tangan.

“Sidorejo sendiri ada 50 petani yang menanam kopi jenis robusta.  Kira-kira ada 1.000 batang kopi ditanam di Sidorejo baik di pekarangan atau di tegal.  Kebanyakan warga di sini adalah pertenak sapi dan petani sayur, selain aktifitas penambangan pasir” jelasnya kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo saat mendampingi program digitalisasi arsip warga melalui program Titip Bandaku di desanya (Rabu,24/03/2021).

Ia mengatakan di desa sudah ada dua kedai kopi yang dikelola oleh warga. 

Biar pun belum bisa rutin tiap hari, tapi setiap sabtu dan minggu banyak wisatawan Solo, Yogyakarta atau Klaten sendiri yang berkunjung untuk menikmati kopi sambil melihat puncak Merapi.

“Ada kedai Kopi Petruk dam satunya saya lupa. Kebetulan kedai Kopi Petruk ini dikelola kakak saya sendiri di Dukuh Bangan, Sidorejo. Kalau ke sini bagus pagi sebelum jam 09.00 WIB atau sore hari sebelum turun kabut seperti musin hujan sekarang ini.  Kalau pas beruntung cuaca cerah, melihat Merapi sambil ngopi sangat luar biasa” ungkapnya.

Desa Sidorejo sendiri punya agenda wisata Wulupawetu yang biasa digelar menjalang turunnya bulan Ramadhan. 

Harapannya acara wisata itu bisa menarik kunjungan wisata.

“Semoga covid semakin aman. Desa Sidorejo dengan Bundes Sukadana mencoba memperkuat infrastruktur wisata di desa. Ada kopi dark atau medium dalam kemasan sebagai oleh-oleh, sayuran, wisata alam, kearifan budaya Merapi sampai homestay coba kami rintis.  Hanya satu kendalanya, akses jalan menuju Deles Indah Desa Sidorejo belum memadai” ungkapnya. (Tim Pemberitaan Dinas Kominfo)

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved