Kisah Petrus Adi Utomo, Pengamen Puisi di Parangtritis Hibur Wisatawan Lewat Untaian Kata-kata Indah
Selain membacakan puisi kepada pengunjung pantai, Petrus juga bersedia melukis wajah bagi siapapun yang berkenan untuk dilukis
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengamen yang menggunakan alat musik atau bernyanyi sambil tepuk tangan tentu sudah banyak dijumpai di banyak tempat.
Namun pria asal Solo, Jawa Tengah ini berani tampil beda dalam menghibur orang meski tujuannya hampir sama seperti halnya pengamen lain.
Pria itu bernama Petrus Adi Utomo.
Ia merupakan satu dari sekian banyak pengamen yang unik lantaran cara menghibur orang yang ia lakukan dengan membacakan puisi.
Jika hendak menjumpainya cukup datang saja ke Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu ketika sore hari.
Pria yang akrab disapa Petrus itu selalu mondar-mandir di sekitaran pantai Parangtritis dengan menenteng satu bendel kertas putih.
Rupanya selain membacakan puisi kepada pengunjung pantai, Petrus juga bersedia melukis wajah bagi siapapun yang berkenan untuk dilukis dengan imbalan seikhlasnya.
"Selamat sore, boleh saya membacakan puisi untuk anda?" tanya Petrus kepada reporter Tribun Jogja, Sabtu (20/3/2021) sore, sembari memulai aksinya.
Baca juga: Kisah Pilu Bocah Dua Tahun di NTT, Didiagnosis Derita Penyakit Langka hingga Susah untuk Makan
Baca juga: Kisah Jenazah Wanita Sempat Terlantar di Kamar Kos, Sang Suami Cari Pinjaman untuk Biaya Pemakaman
Dengan percaya diri pria berusia 60 tahun itu pun menuntaskan dua judul puisi sore itu.
Ia kemudian melanjutkan aktivitasnya di pantai Parangtritis.
Reporter Tribun Jogja mencoba mengamati aksinya itu. Tua muda tak menjadi pilihan.
Begitu terlihat beberapa orang duduk di tepi pantai, itulah sumber rejekinya.
Satu persatu, para pengunjung pantai dihampiri dirinya.
Tanpa sungkan, tanpa canggung, Petrus terlihat fasih melantunkan puisi karya pribadinya itu di hadapan wisatawan pantai.
Berapa pun jumlah uang yang diberikan oleh pengunjung ia terima, mulai dari uang koin, Rp1.000 hingga puluhan ribu selalu disyukuri.