Tak Ada Larangan Mudik Lebaran, Ini Respon Sri Sultan HB X dan Langkah yang Akan Diterapkan di DIY
Menurut Sri Sultan HB X, yang perlu disiapkan adalah langkah antisipasi dan upaya pengawasan serta kontrol yang harus ditingkatkan
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
Libur Lebaran Dipangkas
Sri Sultan HB X menambahkan, kendati tak ada larangan mudik Lebaran, dirinya berharap agar pemerintah dapat memangkas masa libur Lebaran 2021.
Dengan adanya pemangkasan hari libur, masyarakat akan kehilangan kesempatan untuk berlibur.
Sehingga, upaya untuk mengontrol kerumunan di destinasi wisata bakal menjadi lebih mudah.
"Kan mudik ada dua versi, datang untuk silaturahmi, lalu setelahnya mereka baru berwisata, polanya kan seperti itu. Kalau saya lebih cenderung tidak dilarang (mudik) tapi harinya (libur) dipangkas," tambah Sri Sultan HB X.

Kebijakan pemangkasan hari cuti serupa sebelumnya juga pernah diterapkan pemerintah saat libur Isra Miraj 2021 lalu.
Kebijakan itu dianggap tepat karena kondisi perkembangan Covid-19 di DIY masih tergolong fluktuatif.
"Belum waktunya kita menumbuhkan kondisi yang normal karena masih fluktuatif. Lebih baik kita bisa mengontrol diri kita sendiri," jelasnya.
Tak Menutup Destinasi Wisata
Terkait kebijakan menutup tempat-tempat wisata, Sri Sultan HB X mengaku tak akan menerapkan kebijakan tersebut di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pasalnya, langkah itu dinilai akan memberatkan para pelaku wisata DIY yang kini juga masih terdampak pandemi Covid-19.
"Menutup bisa saja, tapi apakah kabupaten kota dan objek wisata setuju? Mereka juga butuh makan, jadi tidak semudah itu. Kalau menutup kan berarti melakukan lockdown," jelas Sri Sultan HB X.
( tribunjogja.com )