Viral di Media Sosial ASPD SD/MI Diundur Jadi Bulan Mei 2021, Kadisdikpora DIY Buka Suara
Pengunduran jadwal Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) SD/MI di Kota Yogyakarta menuai kontroversi di media sosial, Senin (15/3/2021).
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengunduran jadwal Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) SD/MI di Kota Yogyakarta menuai kontroversi di media sosial, Senin (15/3/2021).
Pantauan Tribun Jogja, pengunduran yang ditulis dalam surat edaran itu membuat banyak orang tua siswa geram.
Sebab, anak-anak mereka harus menunggu setidaknya satu bulan lagi untuk melaksanakan ASPD.
Beberapa di antaranya mempertanyakan mengapa ASPD SD/MI diundur. Padahal anak-anak mereka sudah belajar maksimal dengan mengerjakan soal secara intens setiap hari.
Surat edaran tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta dengan nomor surat 421/1101.
Baca juga: SSB Bintang Putra Mlati Buka Kelas Sepak Bola Khusus Putri
Surat menuliskan tentang Pemberitahuan Penundaan Jadwal Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD).
Dalam surat itu, diberitahukan bahwa jadwal ASPD untuk jenjang SD/MI ditunda.
Awalnya, ASPD untuk SD/MI akan dilaksanakan pada hari Senin, Selasa dan Rabu (5-7/4/2021) dengan ASPD Susulan pada Kamis dan Jumat (15-16/4/2021).
Kemudian, jadwal diundur menjadi Senin, Selasa, Kamis (24-25 dan 27/5/2021). Sedangkan, untuk ASPD Susulan dilaksanakan di hari Rabu dan Kamis (2-3/6/2021).
Tribun Jogja kemudian mengonfirmasi ke Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya perihal kebenaran penundaan tersebut.
“Tidak ada penundaan itu. ASPD SD/MI memang dilakukan di bulan Mei 2021 dari 24-25 dan 27 karena 26 libur,” ucapnya ketika dihubungi Tribun Jogja, Senin (15/3/2021) malam.
Didik menjelaskan, untuk jenjang SD/MI, ASPD dilaksanakan di akhir Mei 2021 atau setelah Hari Raya Idulfitri.
Sementara, untuk pelaksanaan ASPD jenjang SMP/MA baru akan dimulai di hari Selasa-Rabu (5-7/4/2021).
“Susulan jika ada anak belum sempat ikut dan mau mengikuti, maka kami beri kesempatan,” tukasnya.