Breaking News:

SSB Bintang Putra Mlati Buka Kelas Sepak Bola Khusus Putri 

Sekolah Sepakbola (SSB) Bintang Putra Mlati (BPM) yang membentuk kelas SSB Putri, pelatiha kemudian sudah dimulai sejak Kamis (11/3/2021) lalu. 

Istimewa
Latihan SSB Bintang Putra Mlati kelas putri, di lapangan Sendangadi, Kamis (11/3/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Sekolah Sepakbola (SSB) Bintang Putra Mlati (BPM) yang membentuk kelas SSB Putri, pelatiha kemudian sudah dimulai sejak Kamis (11/3/2021) lalu. 

Pemain yang terkumpul sudah sebanyak 15 siswa mulai dari usia 5 hingga 10 tahun di lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta. 

Pemilik SSB BPM Putri, Ariono memaparkan, jika langkah ini adalah sebagai gebrakan untuk memandang setiap atlet dengan nilai yang sana, juga sebagai gerakan untuk anak-anak yang kian kemari semakin karib dengan gawai ketimbang aktivitas fisik.

Baca juga: Paniradya Kaistimewan DIY Gelar Acara Kupas Tuntas Perjuangan Pangeran Mangkubumi

“Saat ini anak-anak banyak yang menghabiskan waktu di dalam ruangan. Bermain komputer, video game, handphone, televisi dan lainnya. Hal ini dinilai dapat menyebabkan gaya hidup yang lebih lesu pada generasi penerus kita,” ujar, Ariono, Senin (15/3/2021).

Sekolah Sepakbola  ini diklaim Ariono merupakan yang pertama kalinya didirikan di Yogyakarta. SSB BPM Putri juga menerima siswa putri berusia 7-12 tahun. Mereka akan mendapatkan pelatihan dari Bagus Suryanto dan Sukoco sebagai pelatih kiper.

Para siswa itu kemudian akan berlatih sebanyak dua kali dalam seminggu, pada Selasa dan Kamis setiap sore pukul 15.30-17.00 WIB. Durasi yang diterapkan adalah bentuk upaya untuk menjaga ritme dan motivasi siswa.

"Anak-anak pada usia 5-9 tahun butuh aktivitas yang positif. Pada rentang usia itu mereka bermain sepakbola pada fase pengenalan. Maka pelatih mengajarkan anak tentang bergembira, dan menikmati permainan sepakbola," katanya.

Menurut Ariono, pembentukan SSB BPM Putri tak lepas dari pada prospek sepakbola putri saat ini. Siapapun nanti yang menjadi pengurus PSSI, tetap akan memperhatikan perkembangan sepakbola putri, sehingga perkembangannya diharapkan bisa seperti di Eropa.

Baca juga: PON XX Papua Dipastkan Digelar Pada 2-15 Oktober 2021, KONI DIY Berangkatkan Atlet Dalam 3 Tahap

"Hambatan yang ada masih pada persepsi bahwa sepakbola putri itu masih tabu. Ini menjadi hambatan, sekaligus tantangan untuk menyadarkan orangtua bahwa olahraga ini untuk semua gender," bebernya.

“Anak-anak putri yang bermain sepakbola akan memetik banyak hal positif, seperti kepercayaan diri, mental dan kedisiplinan. Nantinya SSB kami akan membuat kurikulum sendiri demi kemajuan para siswa,” sambung Ariono.

Selain berlatih, para siswa juga akan ikut dalam ada kelas khusus berupa bimbingan inter personal. Mereka bakal diajarkan tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain. 

Tujuannya, untuk meningkatkan kemampuan intelektual pemain , memahami dirinya sebagai wanita. Selain itu juga ada intra personal, tentang bagaimana kemampuan anak putri yang tak kalah dengan anak laki-laki dalam hal pekerjaan.

“Kita tak akan meninggalkan sisi-sisi feminine para siswa, itu harus tetap dijaga. Tidak boleh meninggalkan kodrat mereka sebagai perempuan ,”tambah Ariono.(tsf)

Penulis: Taufiq Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved