Breaking News:

Hingga Selasa Pagi, Gunung Merapi Muntahkan 16 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur Maksimum 1,2 Km

Gunung Merapi teramati memuntahkan 16 kali guguran lava pijar dengan jarak maksimal 1.200 m ke arah barat daya.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. BPPTKG Yogyakarta
Awan panas guguran Merapi 9 Maret 2021 pukul 06.33 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 36 mm dan durasi 99.52 detik. Jarak luncur ±700 m ke arah barat daya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Gunung Merapi (2.968 mdpl) masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga Selasa (9/3/2021) pagi ini.

Pantauan selama periode pukul 00.00-06.00 WIB pagi ini, Gunung Merapi teramati memuntahkan 16 kali guguran lava pijar dengan jarak maksimal 1.200 m ke arah barat daya.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan, pada periode ini gunung jelas hingga kabut 0-I. Sementara, asap kawah tidak teramati.

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi : Senin Petang Terjadi 44 Guguran, Terjadi Peningkatan Aliran Air Sungai Boyong

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Masih Fluktuatif, BPBD Klaten Minta Warga di KRB III Aktifkan Ronda

Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 13-23 °C, kelembaban udara 59-70 persen, dan tekanan udara 835-936 mmHg.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, menyebutkan aktivitas kegempaan yang terjadi dalam periode ini antara lain 30 gempa guguran dengan amplitudo 3-35 mm dan durasi 14-107 detik serta 1 gempa hembusan dengan amplitudo 7 mm dan durasi 17 detik. 

Adapun pada periode 6 jam sebelumnya, yakni Senin (8/3/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi teramati alami 7 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.

MAKIN INTENS - Guguran material batu pijar (rock fall) Merapi terus berlangsung hingga Selasa (23/2/2021) dini hari. Pengamatan dan pemotretan sejak Senin (22/2/2021) sekira pukul 21.30 WIB hingga pergantian hari, terjadi belasan kali guguran. Arah guguran terbagi tiga jalur, utamanya ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Sementara jalur baru ke hulu Kali Sat dari GOR Kaliurang tidak bisa dilihat secara sempurna karena terhalang punggungan lereng. Namun guguran tersebut bisa dicermati dari pendaran warna merah serta kepulan asap dari balik punggungan sisi barat puncak
MAKIN INTENS - Guguran material batu pijar (rock fall) Merapi terus berlangsung hingga Selasa (23/2/2021) dini hari. Pengamatan dan pemotretan sejak Senin (22/2/2021) sekira pukul 21.30 WIB hingga pergantian hari, terjadi belasan kali guguran. Arah guguran terbagi tiga jalur, utamanya ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Sementara jalur baru ke hulu Kali Sat dari GOR Kaliurang tidak bisa dilihat secara sempurna karena terhalang punggungan lereng. Namun guguran tersebut bisa dicermati dari pendaran warna merah serta kepulan asap dari balik punggungan sisi barat puncak (TRIBUNJOGJA/ Setya Krisna Sumargo)

"Gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," ujar Hanik menjelaskan visual Gunung Merapi pada periode ini. 

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 14-24 °C, kelembaban udara 68-77 persen, dan tekanan udara 837-938 mmHg.

Baca juga: Sebanyak 26 Titik Lokasi di Sleman Masih Sulit Internet, Mayoritas di Lereng Gunung Merapi

Baca juga: Meski Pengungsi Pulang, Status Tanggap Darurat Letusan Gunung Merapi di Klaten Masih Berlaku

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved