Breaking News:

Hingga Minggu Pagi, Gunung Merapi Terpantau Keluarkan 14 Kali Guguran Lava Pijar

Gunung Merapi terpantau mengeluarkan 14 kali guguran lava pijar sepanjang periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Minggu

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/ Setya Krisna Sumargo
MAKIN INTENS - Guguran material batu pijar (rock fall) Merapi terus berlangsung hingga Selasa (23/2/2021) dini hari. Pengamatan dan pemotretan sejak Senin (22/2/2021) sekira pukul 21.30 WIB hingga pergantian hari, terjadi belasan kali guguran. Arah guguran terbagi tiga jalur, utamanya ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Sementara jalur baru ke hulu Kali Sat dari GOR Kaliurang tidak bisa dilihat secara sempurna karena terhalang punggungan lereng. Namun guguran tersebut bisa dicermati dari pendaran warna merah serta kepulan asap dari balik punggungan sisi barat puncak 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi terpantau mengeluarkan 14 kali guguran lava pijar sepanjang periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Minggu (7/3/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, mengungkapkan muntahan material vulkanik tercatat memiliki jarak luncur maksimum sekitar 1 km.

"Guguran mengarah ke barat daya," ungkapnya.

Baca juga: Update Gunung Merapi: 6 Jam Terakhir, Terjadi 13 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur Maksimal 1 Km

Baca juga: Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Teramati 50 Kali Dalam 6 Jam

Amatan visual lain menunjukkan gunung tampak jelas, meski diselimuti kabut 0-I hingga 0-III.

"Asap kawah tidak teramati," tambahnya,

Sedangkan kondisi cuaca di sekitar puncak Merapi adalah cerah, berawan, dan mendung.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. 

"Suhu udara 14-24 °C, kelembaban udara 70-92 %, dan tekanan udara 627-707 mmHg," urainya.

MAKIN INTENS - Guguran material batu pijar (rock fall) Merapi terus berlangsung hingga Selasa (23/2/2021) dini hari. Pengamatan dan pemotretan sejak Senin (22/2/2021) sekira pukul 21.30 WIB hingga pergantian hari, terjadi belasan kali guguran. Arah guguran terbagi tiga jalur, utamanya ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Sementara jalur baru ke hulu Kali Sat dari GOR Kaliurang tidak bisa dilihat secara sempurna karena terhalang punggungan lereng. Namun guguran tersebut bisa dicermati dari pendaran warna merah serta kepulan asap dari balik punggungan sisi barat puncak
MAKIN INTENS - Guguran material batu pijar (rock fall) Merapi terus berlangsung hingga Selasa (23/2/2021) dini hari. Pengamatan dan pemotretan sejak Senin (22/2/2021) sekira pukul 21.30 WIB hingga pergantian hari, terjadi belasan kali guguran. Arah guguran terbagi tiga jalur, utamanya ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Sementara jalur baru ke hulu Kali Sat dari GOR Kaliurang tidak bisa dilihat secara sempurna karena terhalang punggungan lereng. Namun guguran tersebut bisa dicermati dari pendaran warna merah serta kepulan asap dari balik punggungan sisi barat puncak (TRIBUNJOGJA/ Setya Krisna Sumargo)

Menilik perkembangan aktivtias vulkanik tersebut, Hanik menyimpulkan bahwa status Merapi masih berada di level tiga atau siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. 

Baca juga: Meski Pengungsi Pulang, Status Tanggap Darurat Letusan Gunung Merapi di Klaten Masih Berlaku

Baca juga: Tiga Objek Wisata di KRB Merapi Kabupaten Magelang Telah Kembali Dibuka

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved