Kabupaten Gunungkidul
Efektifkan Screening, Ponpes Darul Quran Gunungkidul Manfaatkan GeNose UGM
Keputusan menggunakan GeNose didasarkan pada keinginan para wali santri yang ingin mengunjungi putra-putrinya secara lebih aman.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Namun mereka melakukan uji coba secara internal untuk memastikan efektivitas penggunaannya.
Sasaran pertama adalah para santri dan pengajar di Ponpes.
Petugas pengecekan pun berasal dari pengurus ponpes, yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan cara mengoperasikan GeNose dari UGM.
"Sudah kami coba dan hasilnya negatif semua, baru kemudian kami gunakan untuk tamu dari luar," jelas Akhyar.
Menurutnya, penggunaan GeNose hanya memerlukan waktu 3 menit.
Prosesnya dimulai dari meniup kantong dan hasil deteksi dari sampel napas terbaca di layar komputer.
Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Tahap II di Gunungkidul Direncanakan Mulai Besok
Melihat kemudahan yang diberikan, Ponpes Darul Quran pun berencana menjadikan GeNose sebagai satu di antara alat screening COVID-19, terutama bagi tamu-tamu dari luar.
Akhyar mengatakan GeNose cukup digunakan sekali.
Namun pihak UGM menyarankan proses dilakukan sebanyak 2 kali dengan jeda waktu selama dua hari, demi memastikan hasilnya.
"Saat ini sudah digunakan, di mana sehari kami batasi penggunaannya untuk 100 pengunjung," ujarnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul Arif Gunadi menyambut baik inisiatif pengelola Ponpes Darul Quran.
Apalagi mereka mengadakan GeNose dengan pembiayaan sendiri.
Baca juga: Pelaku Usaha di Gunungkidul Gantungkan Harapan pada Vaksinasi COVID-19
Namun ia mengatakan pihaknya belum menginstruksikan penggunaan GeNose ke ponpes lain di Gunungkidul.
Sebab alat ini masih bersifat alternatif dari alat uji COVID-19 lainnya.
"Baik dari kami maupun pusat belum ada instruksi khusus untuk penggunaan GeNose," ujar Arif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/efektifkan-screening-ponpes-darul-quran-gunungkidul-manfaatkan-genose-ugm.jpg)