Kabupaten Bantul
Kunjungi Bantul, Menkes Sebut Penerapan 3T Bantul Bagus
Dalam penanganan COVID-19 ada beberapa strategi yang diperlukan, ketersediaan rumah sakit, vaksinasi, perubahan perilaku, dan startegi 3 T.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Kabupaten Bantul.
Ada tiga titik yang dikunjungi, yaitu Puskemas Bambanglipuro, Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC), dan Kalurahan Sumbermulyo.
Tujuannya datang ke Bantul adalah untuk melihat penanganan COVID-19 di Kabupaten Bantul.
Dalam penanganan COVID-19 ada beberapa strategi yang diperlukan, ketersediaan rumah sakit, vaksinasi, perubahan perilaku, dan startegi 3 T (testing, tracing, treatment).
Baca juga: Bertambah 170 Kasus COVID-19 di DI Yogyakarta, Mayoritas Terjaring dari Upaya Periksa Mandiri
"Target operasinya cuma satu, mengurangi laju penularan COVID-19. Strateginya ada empat, tetapi strategi 3T itu yang paling penting. Artinya siapa yang kena harus cepat diidentifkasi, kalau positif harus isolasi supaya tidak nular," katanya, Senin (01/03/2021).
Agar startegi testing bisa dilakukan dengan baik, harus ada surveilans yang bagus.
Untuk itu perlu kedisiplinan dari pihak puskemas juga.
Setelah dinyatakan positif, perlu ada identifikasi terkait dengan kontak erat.
Menurut dia, supaya tracing kontak erat dapat berjalan baik perlu kerjasama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas.
"Tracing ada aturannya, 30 per 100.000, berarti butuh 80.000 se-Indonesia dan seluruh desa. Yang cepat ya dengan Babinsa dan Babinkamtibmas, setiap desa ada,"terangnya.
Baca juga: Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta: Berjalan Lancar dan Baik
Ia menyebut penerapan 3T di Kabupaten Bantul sudah bagus dan sudah sesuai.
Menurut dia, penanganan COVID-19 di Kabupaten Bantul bisa menjadi percontohan.
"Saya kagum Bantul jalaninya sudah benar. Strategi perangnya sudah benar. Yang dites yang udah gejala, batuk, demam, kemudian dilacak lagi kontak eratnya. Masih ada tes lagi," ujarnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menambahkan tren penularan COVID-19 di Kabupaten Bantul sudah menurun.
Sehingga pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI memberikan apresiasi.
"Bantul tadi disampaikan akan jadi percontohan penanggulanan COVID-19 nasional," tambahnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kunjungi-bantul-menkes-sebut-penerapan-3t-bantul-bagus.jpg)