Breaking News:

Berita Kesehatan

10 Tips Mengendalikan Kemarahan, Bisa Membuat Hidup Lebih Tenang

Kemarahan yang tak terkontrol tentu akan memberikan dampak negatif. Ini bisa mempengaruhi hubungan sosial maupun kesehatan mental

net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Marah adalah hal yang manusiawi. Setiap orang pun sepertinya pernah marah, baik itu yang diungkapkan maupun kemarahan yang dipendam.

Kemarahan yang tak terkontrol tentu akan memberikan dampak negatif. Ini bisa mempengaruhi hubungan sosial Anda maupun kesehatan mental Anda sendiri.

Kabar baiknya, dalam sebuah jurnal yang terbit tahun 2010 lalu disebutkan bahwa kemarahan yang disalurkan dengan cara yang sehat bisa bermanfaat dalam menghindari penyakit jantung.

Apa saja cara sehat untuk menyalurkan kemarahan? Berikut rinciannya sebagaimana yang dilansir Health Line ;

1. Ambil nafas dalam-dalam

Orang yang berada dalam posisi marah biasanya memiliki nafas pendek dan menggebu-gebu.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah untuk mengambil nafas secara perlahan, ambil nafas dalam-dalam kemudian kontrol pernafasan perut.

Ini akan membantu Anda untuk menenangkan diri.

Anda juga dapat melatih terapi pernafasan ini sehingga Anda sudah siap kapan pun saat diperlukan terutama ketika Anda marah. Berikut cara ;

  • Duduk di kursi dengan nyaman hingga membuat bahu dan leher Anda rileks sepenuhnya.
  • Ambil nafas dalam-dalam melalui hidung kemudian tahan sebentar di perut Anda.
  • Selanjutnya buang nafas melalui mulut Anda.
  • Cobalah lakukan latihan ini 3 kali sehari selama 5 hingga 10 menit atau sesuai kebutuhan.

2. Ucapkan kalimat yang menenangkan

Mengulangi kalimat yang menenangkan dapat membuat Anda lebih mudah untuk mengekspresikan emosi yang sulit, termasuk kemarahan dan frustrasi.

Coba ulangi secara perlahan, dengan mengatakan "Tenang saja," atau "Semuanya akan baik-baik saja".

Anda juga dapat menyimpan daftar kalimat yang menurut Anda bisa membantu dalam meredakan kemarahan.

3. Bayangkan hal yang indah

Anda bisa membayangkan pemandangan-pemandangan yang indah jika ingin mengelola kemarahan. Ini akan membantu Anda meredakan ketegangan. Namun memang agak sulit dilakukan jika kemarahan sudah ada di puncak.

Tapi dengan melakukan latihan secara terus-menerus, maka Anda bisa melakukannya ketika kapan pun dibutuhkan.

Beberapa latihan yang bisa Anda lakukan, antara lain ;

  • Bayangkan tempat yang nyata atau tempat imajiner yang membuat Anda nyaman.
  • Fokus pada detail sensorik dengan membayangkan diri Anda di sana. Apa aroma, pemandangan, dan suaranya?
  • Waspadai pernapasan Anda dan simpan bayangan ini di dalam pikiran Anda sampai Anda merasa kecemasan Anda mulai meningkat.

4. Gerakkan tubuh Anda dengan sadar

Terkadang, duduk diam bisa membuat Anda merasa lebih cemas atau gelisah.

Gerakkan tubuh Anda dengan penuh kesadaran melalui latihan yoga atau latihan relaksasi lainnya. Ini dapat membantu Anda dalam melepaskan ketegangan otot.

Lain kali jika Anda dihadapkan pada situasi yang penuh tekanan, cobalah berjalan-jalan atau bahkan menari ringan untuk menjauhkan Anda dari stres.

5. Periksa perspektif Anda

Momen-momen stres yang tinggi dapat membelokkan persepsi Anda tentang kenyataan, membuat Anda merasa seolah dunia ini ingin menghancurkan Anda. Lain kali jika Anda merasakan kemarahan, coba periksa perspektif Anda.

Setiap orang memiliki hari-hari yang buruk dari waktu ke waktu, dan besok akan menjadi awal yang baru yang lebih membahagiakan.

6. Ekspresikan rasa frustrasi Anda

Ledakan marah tidak akan membantu Anda, tetapi itu tidak berarti Anda tidak dapat melampiaskan frustrasi Anda kepada teman atau anggota keluarga tepercaya setelah hari yang sangat buruk.

Anda bisa mengungkapkannya untuk berbagi perasaan. Ungkapkan apa yang selama ini menjadi ganjalan hingga memicu kemarahan Anda.

Mengeskpresikan kemarahan ini bisa membantu mencegah agar kemarahan itu justru tidak meluap ke dalam diri Anda.

7. Meredakan amarah dengan humor

Menemukan humor di saat Anda marah dapat membantu Anda menjaga perspektif yang seimbang.

Ini tidak berarti Anda hanya harus menertawakan masalah Anda, tetapi melihatnya dengan cara yang lebih ringan.

Dengan tidak menganggap diri Anda terlalu serius, Anda akan memiliki lebih banyak peluang untuk melihat bagaimana gangguan kecil yang tidak penting ini sebenarnya tidak pantas untuk dijadikan sumber kemarahan yang meluap-luap.

8. Ubah lingkungan Anda

Istirahatkan diri Anda dengan mengambil waktu pribadi dari lingkungan sekitar Anda.

Jika rumah Anda berantakan dan membuat Anda stres, misalnya, lakukan perjalanan atau jalan-jalan. Anda mungkin akan menemukan bahwa Anda lebih siap untuk memilah-milah kekacauan ketika Anda kembali.

9. Kenali pemicu dan temukan alternatif

Misalnya jika perjalanan sehari-hari Anda mengubah Anda menjadi marah dan frustrasi, maka cobalah mencari rute alternatif atau pergi lebih awal untuk bekerja.

Idenya adalah untuk menunjukkan dengan tepat dan memahami hal-hal yang memicu kemarahan Anda. Setelah Anda lebih menyadarinya, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindari kemarahan.

Jika Anda tidak yakin dari mana kemarahan Anda berasal, cobalah untuk mengingatkan diri Anda untuk mengambil waktu sejenak saat Anda merasa marah.

Gunakan waktu ini untuk mencatat apa yang terjadi pada saat-saat menjelang perasaan Anda marah. Apakah Anda bersama orang tertentu? Apa yang kamu lakukan? Bagaimana perasaan Anda saat itu?

10. Mencari pertolongan

Sangat normal dan sehat untuk merasa marah dari waktu ke waktu. Tetapi jika Anda tidak dapat menggoyahkan suasana hati yang buruk atau terus-menerus merasa kewalahan oleh amarah, mungkin sudah waktunya untuk meminta bantuan.

Jika kemarahan Anda memengaruhi hubungan dan kesejahteraan Anda, berbicara dengan terapis yang berkualitas dapat membantu Anda mengatasi sumber kemarahan Anda dan membantu Anda mengembangkan alat mengatasi yang lebih baik. (*/healthline)

Penulis: Tribun Jogja
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved