Breaking News:

Kota Yogya

Wawali Kota Yogya Tak Ingin Lonjakan Kasus COVID-19 Saat Libur Panjang 2020 Terulang di 2021

Sepanjang tahun 2020 lalu, sejumlah libur panjang disinyalir menjadi satu di antara penyebab melonjaknya kasus COVID-19.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sepanjang tahun 2020 lalu, sejumlah libur panjang disinyalir menjadi satu di antara penyebab melonjaknya kasus COVID-19.

Sebagai daerah kunjungan wisata yang tinggi, Kota Yogyakarta pun berupaya mengantisipasinya, supaya fenomena tersebut tidak terulang di 2021 ini.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berujar, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyararakat (PPKM) memang berhasil menurunkan angka kasus.

Namun, pembenahan tetap harus dilakukan, karena COVID-19 saat ini cenderung masih fluktuatif.

Baca juga: UPDATE COVID-19 DI Yogyakarta Rabu 24 Februari 2021 : Bertambah 201 Kasus Positif

"Interaksi yang jadi faktor pemulihan ekonomi, seharunya dibarengi dengan peningkatan kedisiplinan masyarakat dan pelayanan publik. Baik destinasi wisata, ekomomi, sosial, itu harus meningkat fasilitas prokesnya," ungkap Heroe, di sela diskusi kepariwisataan, Kamis (25/2/2021).

Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut menuturkan, fenomena lonjakan kasus pada bulan Agustus, Oktober dan Desember tahun lalu, harus bisa dijadikan pengalaman.

Menurutnya, stratagi baru wajib dicanangkan, agar aktivitas ekonomi berjalan, namun dampaknya dapat dikurangi.

"Jangan sampai kita mengulangi apa yang terjadi di bulan-bulan itu. Artinya, kita kemarin sudah dapat menggeliatkan ekonomi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang satu sektor saja kendor, maka yang kena semuanya," ujarnya.

Baca juga: Syarat Lansia yang Bisa Divaksin Covid-19, Berikut Beberapa Pertanyaan yang Harus Dijawab

Oleh sebab itu, Heroe berharap, tahun ini, semua sektor dan stakeholder yang berkepentingan dalam pemulihan ekonomi dan peningkatan industri pariwusata bisa saling bersinergi menjalankan protokol kesehatan.

Sekaligus ikut berperan mengkampanyekannya kepada masyarakat.

"Kalau tidak dibarengi dengan itu, maka kejadian 2020 lalu akan terulang kembali. Jangan sampai, ya, kita sebagai orang yang diberikan kekuatan untuk belajar dan berpikir, kembali mengulang hal serupa," ucap Wawali.

"Ini adalah kepentingan bersama. Sekarang, jangan sampai ada satu lubang pun bisa menjadi kesempatan untuk titik berkembangnya corona," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved