KKN Gemah Ripah Kelompok II UKDW Lakukan Pengabdian di KTD Bonjowi Yogyakarta
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gemah Ripah kelompok dua Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta berkesempatan melakukan pengabdian
TRIBUNJOGJA.COM - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gemah Ripah kelompok II Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta berkesempatan melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kelompok Tani Dewasa (KTD) Bonjowi RT 40 RW 10 Kampung Sayur Bausasran, Danurejan, Yogyakarta.
KKN Gemah Ripah ini melibatkan mahasiswa dari beberapa fakultas seperti Fakultas Bioteknologi sebagai pelopor dari KKN Gemah Ripah ini, Fakultas Bisnis, Fakultas Arsitektur dan Desain, serta Fakultas Teknik Informasi.
Kelompok dua sendiri beranggotakan 9 orang yaitu Matthew, Febby, Mentari, Valen, Ken, Wilfridius, Devika, Sondang, dan juga Wahyu yang juga berasal dari program studi yang berbeda.
Sekalipun di tengah kondisi pandemi Covid-19, tidak menghalangi semangat mahasiswa untuk menuangkan kreativitas dan juga ilmunya di tengah-tengah masyarakat.
Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari pemerintah, pelaksanaan KKN Gemah Ripah tahun ini berjalan dengan lancar.
KKN Gemah Ripah ini juga direspon dengan baik oleh masyarakat sekitar khususnya warga KTD Bonjowi 4 Dasa yang dengan semangat juga mendampingi mahasiswa dari Universitas Kristen Duta Wacana untuk melakukan
KKN di tempat mereka tinggal.
Baca juga: Gelombang Tinggi dan Tangkapan Ikan Sepi, Sebagian Nelayan di Kulon Progo Pilih Tak Melaut
KKN Gemah Ripah UKDW yang berlangsung dari tanggal 16 Januari 2021 sampai dengan 28 Februari 2021 ini dimaksudkan untuk meningkatkan sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan perekonomian dan pengelolaan lingkungan melalui pengembangan pertanian di perkotaan.
Untuk mendukung tujuan dari KKN Gemah Ripah, kelompok dua menyusun program dengan judul Penataan Kebun Tanaman Terintegrasi sebagai Inisiasi Ecowisata.
Program ini disusun dengan melihat kondisi KTD Bonjowi yang memiliki lahan sempit namun berpotensi untuk bisa dijadikan sebagai sarana edukasi khususnya tanaman obat keluarga (TOGA) yang mana merupakan tanaman ciri khas KTD Bonjowi.
Fokus utama tanaman obat keluarga yang akan ditonjolkan adalah jenis rerumputan, yang biasanya dianggap sebagai gulma oleh masyarakat luas namun ternyata memiliki segudang khasiat dan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Contoh tanaman obat keluarga tersebut diantaranya Patikan Kebo (Euphorbia hirta), Bandotan (Ageratum conyzoides), Sirih-Sirihan/Sirih Cina (Paperomia pellucida L.), Anting-Anting (Acalypha indica. L), Rumput Mutiara (Hedyotis corimbosa), dan Meniran (Phyllanthus urinaria).
Proses pengaplikasian program ini dimulai dengan pembibitan benih yang dilakukan dengan media botol plastik bekas serta wallplanter sebagai upaya untuk memanfaatkan tembok sebagai lahan tanam.
Proses selanjutnya adalah proses perawatan, sangat mudah karena memang tanaman toga jenis rerumputan sering kita temui tumbuh liar dan tidak butuh waktu lama untuk membesarkan jenis tanaman-tanaman ini.
Proses pemanenan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tanaman-tanaman obat ini bisa juga diracik dan
diramu menjadi produk yang bernilai tinggi misalnya daunnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar ecoprint ataupun dikeringkan dan ditumbuk halus untuk diseduh.
Selain itu juga, dari kelompok dua memberikan beberapa pelatihan kepada masyarakat di KTD Bonjowi untuk bisa memanfaatkan tanaman-tanaman yang ada supaya bernilai ekonomis, tidak lupa juga dari kelompok dua ini membantu dalam menghitung keuntungan dan juga harga jual produk supaya bisa membantu
perekonomian warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kuliah-kerja-nyata-kkn-gemah-ripah.jpg)