Dinas PUP ESDM DIY Lakukan Perbaikan Tiga Jembatan di Bantul dan Gunungkidul
Puncak musim penghujan saat ini turut dikhawatirkan terjadinya kerusakan jembatan yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puncak musim penghujan saat ini turut dikhawatirkan terjadinya kerusakan jembatan yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY mengklaim kondisi jembatan yang ada di DIY saat ini 70 persen dalam kondisi dapat digunakan, 30 persen sisanya membutuhkan perawatan.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUP ESDM Bambang Sugaib mengatakan, fokus PUP ESDM Bidang Bina Marga saat ini memang di antaranya pengecekan kondisi jembatan yang ada di DIY.
Dalam hal ini, Dinas PUP ESDM DIY telah menganggarkan Rp 237 juta untuk kegiatan inspeksi kondisi jembatan.
Baca juga: Besok Gladi Bersih, Persiapan Venue Pelantikan Bupati dan Wabup Klaten Ditarget Rampung Hari Ini
Berdasarkan status lelang melalui LPSE DIY, saat ini proses pelaksanaan tersebut telah selesai tender.
Nantinya seluruh jembatan khususnya di jalan Provinsi akan dilakukan pengecekan dan beberapa akan dikakukan perbaikan.
Untuk tahun ini, Dinas PUP ESDM merencanakan akan merampungkan perbaikan tiga jembatan yakni Jembatan Kenet, Kabupaten Bantul dengan pagu anggaran sebesar Rp 9,5 miliar, kedua jembatan Bancang, Kabupaten Gunungkidul, dengan pagu anggaran sebesar Rp 5,8 miliar, dan jembatan Buyutan, Kabupaten Gunungkidul dengan pagu sebesar Rp 99 juta.
Seluruh perbaikan jembatan tersebut akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DIY.
"Tahun ini ada tiga jembatan yang akan kami perbaiki, yakni jembatan kenet, bancang dan buyutan. Kalau jembatan buyutan itu kondisinya sudah retak-retak, sudah tua umurnya," katanya, saat dihubungi Tribun Jogja, Rabu (24/2/2021).
Bambang mengatakan, secara umum memang terdapat beberapa jembatan yang perlu diganti.
Akan tetapi keterbatasan anggaran membuat perbaikan dan penggantian jembatan tidak dapat dilakukan secara bersamaan.
Ia mengklaim, 70 persen dari total jembatan yang ada di DIY masih dikatakan layak.
Sementara sisanya masih membutuhkan perawatan dan beberapa lainnya perlu dilakukan penggantian.
"Ya 70 persen masih layak dipakai. Selama ini ya perawatan hanya dibersihkan saja. Relatif mudah ya kalau jembatan," jelasnya.
Dirinya turut mengantisipasi adanya banjir bandang saat puncak musim hujan seperti saat ini, ia juga berpesan kepada masyarakat supaya waspada saat melintas di jembatan yang sudah mengalami retak.
Dari tiga jembatan yang direncanakan dilakukan peningkatan tersebut, seluruhnya dalam status tanda tangan kontrak untuk segera dilakukan pengerjaan fisik.
Baca juga: PKL Terdampak Lanjutan Revitalisasi Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman Enggan Direlokasi