Breaking News:

UNIK, Di Klaten Ada Desa yang Puluhan Warganya Terlahir Kembar, Kades: Totalnya Ada 21 Pasang

Sepintas tak ada yang berbeda dari sejumlah warga yang sedang beraktivitas di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Seorang warga melintas di depan gerbang Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Selasa (23/2/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sepintas tak ada yang berbeda dari sejumlah warga yang sedang beraktivitas di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.

Namun jika dicermati dengan seksama ternyata di desa itu terdapat puluhan warga desa yang terlahir kembar identik maupun kembar dampit.

Fenomena orang terlahir kembar itu telah berlangsung sejak lama dan bahkan orang kembar di desa tersebut sudah berumur hingga puluhan tahun.

"Iya benar. Disini memang ada warga yang terlahir kembar dan jumlahnya cukup banyak," ujar Kepala Desa Jonggrangan, Sunarna saat ditemui Tribun Jogja di kantornya, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: H-1 Penutupan Pendaftaran SNMPTN 2021, Berikut Tata Cara Mendaftar SNMPTN 2021

Ia menjelaskan, jumlah warga yang kembar identik maupun kembar dampit di desa yang ia pimpin berjumlah 21 pasang atau sebanyak 42 orang.

Puluhan warga kembar itu, kata Sunarna, tersebar di lima dukuh. Namun di Dukuh Jonggrangan jumlah orang kembar yang paling banyak, yakni mencapai 9 pasang.

Untuk rentang usia, juga beragam, paling tua orang kembar tersebut berusia sekitar 50 tahun dan paling kecil sekitar 3 tahun.

Saat ini, 21 pasang orang kembar itu, tidak semuanya di kampung. Sebab ada juga yang hidup di rantau.

"Semuanya nggak menetap disini. Sebab sudah ada orang kembar yang menikah dan hidup sama istri atau suaminya di daerah lain, ada yang di desa ini ada juga di daerah Klaten atau daerah lain," ucapnya.

Kepala Desa Jonggrangan, Sunarna saat ditemui di kantor desa setempat, Selasa (23/2/2021).
Kepala Desa Jonggrangan, Sunarna saat ditemui di kantor desa setempat, Selasa (23/2/2021). (TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan)

Menurut Sunarna, di desa yang ia pimpin terdapat 10 dukuh dan 7 rukun warga (RW) serta 22 rukun tetangga (RT).

Halaman
12
Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved