Breaking News:

Kabupaten Sleman

PPKM Mikro Resmi Diperpanjang, Pemkab Sleman Minta Warga Tetap Disiplin Jalankan Prokes

Sekda sekaligus Plh Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan siap untuk melaksanakan kebijakan perpanjangan PPKM berbasis mikro.

Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Sekda Sleman Harda Kiswaya 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sekda sekaligus Plh Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan siap untuk melaksanakan kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

PPKM mikro sendiri resmi diperpanjang selama dua pekan mulai 23 Februari - 8 Maret 2021. 

"Informasinya (diperpanjang), sampai tanggal 8 Maret. Kami selaku pemerintah daerah, mengikuti kebijakan pemerintah pusat," ungkapnya, Senin (22/2/2021). 

Menurut dia, pelaksananaan PPKM berbasis Mikro, selama ini memilki dampak positif.

Disiplin masyarakat soal Protokol Kesehatan, terutama dalam hal penggunaan masker sudah mulai meningkat.

Hal itu terbukti, saat bepergian keluar rumah dan tidak menggunakan masker rasanya seperti ada yang kurang. 

"Sekarang kalau keluar tidak memakai masker tidak enak. Seperti awal-awal ada helm, pertama sulit, sekarang sudah mulai terbiasa," papar Harda.

Namun demikian, menurut Harda di wilayah Sleman masih ditemukan pelanggaran prokes di tempat - tempat usaha.

Baca juga: Tindaklanjuti Perpanjangan PPKM Mikro, Pemkot Yogya Tunggu Instruksi Pusat dan Provinsi

Baca juga: PPKM Skala Mikro di DIY Kembali Diperpanjang, Pemerintah Sebut Tak Ada Perubahan Aturan

Harda berharap, melalui PPKM berbasis mikro serta kebijakan yang arif dan bijak, protokol kesehatan nantinya dapat ditegakkan dan ekonomi masyarakat juga berjalan. 

"Artinya bagaimana pandemi diatasi dan masyarakat juga bisa mencari uang dengan nyaman. Ini yang kami akan ramu, memasuki (perpanjangan) PPKM ini," ujar dia.

Sementara kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo sebelumnya mengungkapkan, Kabupaten Sleman masih berstatus zona orange atau resiko penularan sedang Covid-19.

Sejauh ini, masih ada satu Kapanewon (kecamatan) dengan resiko penularan tinggi atau zona merah yaitu Kalasan.

Adapun, apabila mengacu zonasi tingkat RT (Rukun Tetangga) sesuai PPKM berbasis Mikro, menurutnya di Bumi Sembada tidak ada zona merah. 

Jumlah RT di Sleman totalnya ada 7.456 RT. Dari jumlah tersebut, 608 RT masuk kategori zona kuning. Sementara, ribuan lainnya, masuk kategori zona hijau. "Tidak ada RT yang masuk zona merah," ungkap dia. (Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved