Breaking News:

Gunungkidul

PDAM Tirta Handayani Targetkan Layanan Air Bersih Cakup Semua Kapanewon di Gunungkidul

Sebanyak 3 kapanewon di Gunungkidul hingga saat ini belum menerima layanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani.

TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Dirut PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta (kiri) dan Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani Imam Prakosa (kanan) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 3 kapanewon di Gunungkidul hingga saat ini belum menerima layanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani.

Ketiganya adalah Gedangsari, Purwosari, dan Patuk.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta menjelaskan kondisi geografis jadi kendala teralirnya air bersih di sana.

"Selain itu, sumber air yang dimiliki saat ini juga belum mampu mencakup seluruh wilayah," jelasnya pada wartawan, Senin (22/02/2021).

Toto pun tengah berupaya agar seluruh wilayah Gunungkidul tersentuh layanan air bersih PDAM.

Gedangsari misalnya, akan memanfaatkan sumber air terdekat di sana dengan kapasitas 10 liter air per detik.

Upaya lain yang tengah dilakukan adalah memaksimalkan potensi sumber air tawar di Laut Bekah, Purwosari.

Menurutnya, sumber di sana memiliki debit air sebesar 30 liter per detik, yang mana saat ini banyak terbuang ke laut lepas.

"Sumber di Laut Bekah ini yang akan kami tingkatkan lagi untuk melayani wilayah Purwosari dan sisi barat Gunungkidul," jelas Toto.

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Toto Sugiharta : PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Harus Berubah!

Baca juga: Atasi Kekeruhan Air, Reservoir Seropan Akan Dioptimalkan PDAM Tirta Handayani

Sebelumnya, Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani Imam Prakosa mengatakan akan melaksanakan rencana yang sudah tersusun. Antara lain mencari sumber-sumber air baru.

Menurutnya, potensi air bersih di Gunungkidul masih tinggi dari aliran sungai bawah tanah. Namun pengembangannya memerlukan biaya yang tak sedikit.

"Kami harap ada dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk pengembangan itu," kata Imam beberapa waktu lalu.

Terpisah, Edi Setiawan warga Kalurahan Giriasih, Purwosari mengungkapkan wilayah tersebut sudah terpasang jaringan pipa air sejak 1998. Namun hingga kini belum teraliri air.

Selama ini, warga sekitar memanfaatkan saluran Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Swadaya Masyarakat (Pamsimas). Airnya berasal dari sumber air yang dikelola swadaya oleh warga.

"Saluran itulah yang banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari warga," jelas Edi. (Tribunjogja/Alexander Ermando)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved