Jawa
Pakar Geologi Bencana Bakal Lakukan Penelitian di Lokasi Amblasnya Belasan Sumur di Klaten
Pakar Geologi Bencana UPN Veteran Yogyakarta meninjau lokasi amblasnya belasan Sumur warga di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Minggu (21/2/2021).
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pakar Geologi Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno dan tim meninjau lokasi amblasnya belasan Sumur warga di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Minggu (21/2/2021).
Kedatangan pakar geologi bencana dan tim itu didampingi langsung oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Nur Tjahjono Suharto.
Seusai melakukan peninjauan, pakar geologi bencana dan tim dari UPN Veteran Yogyakarta berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
"Iya (akan melakukan penelitian di lokasi). Rencana kami minggu depan," ujarnya pada Tribunjogja.com, Minggu (21/2/2021).
Baca juga: Sumur Milik Warga Amblas di Klaten, BPBD Bakal Kirimkan Surat ke PVMBG
Ia mengatakan, dari hasil pengamatan awal di lapangan, titik-titik amblasnya Sumur yang ada di Desa Jungkare, Klaten itu tersebar dari timur ke barat.
"Sama seperti yang saya sampaikan pada keterangan sebelumnya. Keterangan tambahan, bahwa saat ini sudah ambles 9 sumur, dan sedang proses (ambles) 3 sumur. Sebaran Sumur yang amblas cenderung ke arah timur-barat," ucapnya.
Ia mengatakan, sembari menunggu dilaksanakannya penelitian, pihaknya merekomendasikan agar dilakukan penguatan dinding sumur hingga membuat sumur alternatif dengan sumur pompa.
"Rekomendasi sementara ini sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut, menutup lubang sumur yang amblas, mengurangi beban di atas sumur, melakukan penguatan dinding sumur, dan membuat alternatif dengan sumur pompa," urainya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 sumur warga yang berada di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten amblas dalam beberapa waktu terakhir.
Informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, belasan sumur yang amblas tersebut terjadi secara bertahap mulai rentang waktu Minggu (7/2/2021) hingga Rabu (17/2/2021).
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta mengatakan jika kejadian sumur amblas itu tersebar di dua RT.
"Penyebabnya diduga karena curah hujan yang tinggi," ujarnya pada Tribunjogja.com, Rabu (17/2/2021).
Ia mengatakan, belasan Sumur yang amblas tersebut ditutup oleh warga secara swadaya dengan menggunakan tanah.
Baca juga: BPBD Klaten dan Pakar Geologi Bencana UPN Veteran Yogyakarta Tinjau Lokasi Amblesnya Belasan Sumur
Penutupan itu dilakukan agar sumur yang amblas itu tidak meluas ke area bangunan lain.
"Semuanya ditutup dahulu agar tidak terdampak bangunan sekitar sumur yang amblas," ucapnya.