Internasional
Mulai Melunak, Amerika Serikat Siap Bertemu Iran Bahas Soal Perpanjian Nuklir 2015
Tarik ulur soal perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan Amerika Serikat mulai menunjukan tanda-tanda positif.
Jalan Diplomasi Selalu Terbuka
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan pada Selasa (16/2/2021) bahwa AS terbuka untuk diplomasi dengan Iran dan menyuarakan dukungan untuk kesepakatan nuklir 2015 yang ditandatangani Iran dengan kekuatan dunia.
Meski begitu, Blinken juga menegaskan bahwa Iran tidak diizinkan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Dalam wawancara dengan National Public Radio, Blinken mengatakan bahwa "jalan menuju diplomasi terbuka" untuk Iran.
Blinken bagaimanapun juga mengatakan bahwa Iran masih jauh dari "patuh" soal kesepakatan nuklir.
Kesepakatan nuklir yang dikenal juga dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) belakangan ini menjadi isu penting antara Washington dan Iran.
Blinken menegaskan bahwa sikap AS masih sama, Iran diharapkan lebih dulu mematuhi kembali kesepakatan JCPOA.
"Saat ini Iran masih jauh dari patuh jadi kami harus melihat dulu apa yang mereka lakukan."
Ketika ditanya apakah AS telah menghubungi Iran soal ini, Blinken menolak menjawab.
"Saat ini, menurut saya, presiden [Biden] telah sangat jelas terbuka berulang kali tentang posisi kami. Dan kami akan melihat apa, jika ada reaksi dari Iran soal itu," terang Blinken dikutip The Times of Israel, Rabu (17/2/2021). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kesepakatan Nuklir, Menlu AS: Jalan Diplomasi Terbuka untuk Iran
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Siap Bertemu Iran untuk Bahas Ulang Perjanjian Nuklir 2015
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilmuan-nuklir-mohsen-fakhrizadeh-tewas-diserang-di-dalam-mobil-iran-tuding-israel-dalangnya.jpg)