Breaking News:

Vaksin Covid

Pedagang di Kota Yogyakarta Sambut Baik Vaksinasi Covid-19, Meski Ada Beberapa yang Menolak

Para pedagang pasar tradisional dan PKL menyambut baik vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang turut menyertakan kalangannya sebagai prioritas.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pedagang pasar tradisional dan PKL menyambut baik vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang turut menyertakan kalangannya sebagai prioritas.

Tapi, rupanya masih ada sedikit ketakutan dari beberapa pedagang.

Koordinator Paguyuban PKL Tridharma Malioboro, Nuryadi mengatakan, sebagian besar pedagang sangat antusias ikut serta dalam program vaksinasi dengan membuka diri untuk didata.

Baca juga: Sebanyak 17.000 Pedagang Pasar Tradisional Kota Yogyakarta Masuk Daftar Penerima Vaksin Covid-19

Hanya saja, ada beberapa anggota yang enggan.

"Anggota terimakasih sekali kalau mau divaksin. Sebagian memang ada yang menolak, itu mereka merasa takut, atau sedikit ragu gitu mungkin," jelasnya, Kamis (18/2/2021).

Namun, ia memastikan, mereka yang belum bersedia untuk menyerahkan data dirinya tersebut cuma sebagian kecil saja.

Selebihnya, bahkan optimis vaksinasi ini bisa memulihkan kembali kondisi perekonomiannya, seperti sedia kala.

"Itu (yang menolak vaksin) tidak sampai 10 persen. Lainnya jelas menyambut baik lah, bersyukur kalau kami jadi salah satu prioritas, karena lebih awal lebih baik," tandasnya.

Sementara satu di antara pedagang di Pasar Pathuk, Kota Yogyakarta, Alfian Rizky menyampaikan, vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pedagang pasar tradisional tersebut, bisa menjadi tonggak pulihnya kepercayaan masyarakat.

"Jadi, tidak sekadar melindungi pedagangnya, tetapi juga bermanfaat mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional," terangnya.

Baca juga: Hasil Pemetaan PTKM, 98 Persen RT di Gunungkidul Berstatus Zona Hijau

Oleh sebab itu, ia berharap distribusi vaksin ini bisa merata dan menjangkau semua pasar tradisional, tanpa tebang pilih.

Pasalnya, seluruh pasar tradisional juga merasakan dampak pandemi, sehingga perlakuannya pun harus serupa.

"Kalau pasar sana yang diprioritaskan, terus belanjanya di pasar sana semua, tidak mau ke pasar sini, karena bakulnya belum divaksin. Padahal, terus terang saja, kondisi di sini sekarang, ya, sangat sepi, nyenyet," keluhnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved