Breaking News:

Selama Musim Penghujan, Damkar Kota Yogyakarta Tiga Kali Evakuasi Ular dari Rumah Warga

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Yogyakarta tercatat tiga kali mengevakuasi ular beragam jenis dari rumah warga di sepanjang musim penghujan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Yogyakarta tercatat tiga kali mengevakuasi ular beragam jenis dari rumah warga di sepanjang musim penghujan, dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Kepala Seksi Operasional Penanganan Kebakaran Damkar Kota Yogyakarta, Mahargyo mengatakan, meski cukup sering mendapat laporan, rata-rata ular yang menyambangi rumah warga tersebut, bukan kategori berbisa.

"Kemarin terakhir di daerah Umbulharjo. Tapi, itu ular bisa rendah dan tak berbisa. Kita beberapa kali itu (mengevakuasi ular), kebanyakan memang ular sowo, atau ular kayu ya, jadi tidak berbisa," katanya, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Tunggu Pelantikan Bupati Klaten, Aktivitas Sri Mulyani Ngurus Rumah hingga Nonton Drama Korea

Ia tak memungkiri, fenomena ular masuk pemukiman sedikit banyak disebabkan oleh faktor cuaca, dimana hujan dengan intensitas tinggi turun hampir tiap hari. Apalagi, kawasan yang disambangi itu dekat arus sungai.

"Lebih ke faktor hujan ya, karena luapan air, mungkin itu keli, atau bagaimana. Rumah-rumah yang kemasukan ular kan dekat dengan aliran sungai," tandasnya.

Namun, ia memastikan, ketika ular-ular yang masuk rumah itu tidak masuk kategori berbisa tinggi, maka dia tidak akan membahayakan penghumi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengenali jenis-jenis ular berbisa.

"Warga kalau melihat ular itu pasti mikirnya 'wah, berbisa', padahal belum tentu. Yang berbisa tinggi itu kan jenis kobra, welang-weling, tampar ekor merah, atau derik, tapi itu di kota kemungkinan tidak ada," cetusnya.

"Selain itu, cuma ular berbisa rendah, tidak membahayakan. Kalau kena gigitan pun tidak menyebabkan kematian, atau cacat, paling hanya abuh," tambah Mahargyo.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat supaya tidak panik saat mendapati ular di kediamannya.

Jikalau, membutuhkan bantuan pun Damkar siap 24 jam memberi pelayanan untuk mengevakuasi hewan melata tersebut.

Baca juga: Januari 2021, BPBD Bantul Telah Evakuasi 4 Ular di Rumah Warga dan 51 Titik Operasi Tangkap Tawon

"Silakan telpon ke call center kami, atau bisa lewat aplikasi JSS (Jogja Smart Service). Di situ kan keluhan kedaruratan apapun langsung terhubung," terangnya.

Hanya saja, ia berpesan, supaya warga senantiasa menjaga kebersihan rumahnya, untuk menghindarkan ular masuk, khususnya di musim penghujan ini. Pasalnya, ular tidak berani masuk ketika keadannya bersih.

"Sebenarnya kesalahpahaman masyarakat itu, kalau sudah ditaburi garam, terus ular tidak berani masuk, itu salah. Ular kan peka terhadap bau-bauan. Kalau rumahnya wangi, ular tidak mungkin berani masuk," katanya.

"Terus, tempat-tempat lembab sebaiknya rutin dibersihkan, karena ular suka sekali sama tempat yang lembab dan tersembunyi," pungkas Mahargyo. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved