Breaking News:

Kesehatan

Hindari Gigi Berlubang, Ini Cara Deteksi Dini, Pencegahan, dan Sikat Gigi yang Benar

Penyebab gigi berlubang bisa bermacam-macam, mulai dari kerusakan lapisan enamel gigi akibat kurangnya perawatan seperti menggosok gigi rutin

Tangkapan layar
drg Any Setyawati, SpKG (kiri) memberi penjelasan dalam acara Pelatihan Dental Scouting Tahun 2021 kerja sama antara PSPDG FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Kwarda DIY 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banyak orang tidak mengetahui tanda-tanda gigi berlubang (karies gigi), bahkan setelah mengalaminya. 

Penyebab gigi berlubang bisa bermacam-macam, mulai dari kerusakan lapisan enamel gigi akibat kurangnya perawatan seperti menggosok gigi rutin atau makan makanan sembarangan.

Dari situ, dikhawatirkan bisa meluas sampai ke bagian saraf gigi.

Dalam acara Pelatihan Dental Scouting Tahun 2021 kerja sama antara PSPDG FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Kwarda DIY, drg Any Setyawati, SpKG menyampaikan, kerusakan gigi tidak bisa terjadi secara tiba-tiba, pasti ada penyebabnya. 

Ada 4 faktor penyebab gigi berlubang, yaitu gigi itu sendiri, bersarangnya mikroorganisme (bakteri streptococcus mutan, substrat (sisa makanan yang tertinggal di permukaan gigi terutama yang manis dan lengket).

"Kemudian yang krusial adalah waktu terjadinya karies. Tidak berlangsung dalam waktu singkat, perjalanan bakteri karies untuk menjadikan gigi berlubang antara 6-48 bulan," jelas drg Any, Minggu (14/2/2021). 

Pada proses pembentukan karies gigi, akan terbentuk plak (lapisan lengket pada permukaan gigi) yang terjadi setelah mengonsumsi makanan. Asalnya dari bakteri, saliva (cairan ludah), dan gula dari sisa makanan. 

Baca juga: Bersihkan Kaki dan Tangan serta Menggosok Gigi, Lalu Jangan Lupa Wudhu Sebelum Tidur

Baca juga: Alasan Kenapa Penderita Diabetes dan Hipertensi Harus Hati-hati Makan Durian

 Jika dibiarkan, maka asam yang menempel menyebabkan demineralisasi (terdapat perubahan mineral pada email gigi) yang biasanya berwarna bercak putih. 

 "Apabila tidak segera ditangani, akan terjadi lubang yang dapat melebar ke bagian dentin hingga ke jaringan pulpa (saraf gigi) yang akhirnya menyebabkan nyeri," imbuh Any.

Cara mengenali gigi sendiri untuk bisa mendeteksi adanya karies gigi yaitu dengan cara melihat tanda-tandanya, seperti adanya bercak berwarna putih pada gigi, garis atau titik kehitaman, dan plak yang bisa berwarna hitam atau cokelat.

"Hati-hati kalau terus dibiarkan tanpa segera dibersihkan, akan terbentuk lubang pada gigi," ucap Any. 

Any pun memiliki tips untuk mencegah karies gigi. Seperti yang sudah kita ketahui, yaitu dengan cara menyikat gigi secara benar dan pada waktu yang tepat minimal 2x sehari setelah makan dan sebelum tidur. 

Teknik menyikat gigi yang benar adalah sesuai arah tumbuhnya gigi dengan sudut 45 derajat agar sisa makanan terangkat, kemudian pada permukaan kunya gerakkan sikat gigi maju mundur.

Tak kalah penting, gunakan pasta gigi yang mengandung floride.

"Terakhir, kurangi makanan berserat, makanan dan minuman manis yang melekat, serta lakukan pemeriksaan gigi 6 bulan sekali," tutupnya. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved