UPDATE Aktivitas Gunung Merapi : 11 Kali Guguran Lava Pijar Terjadi Hingga Minggu Pagi Ini
BPPTKG Yogyakarta menyampaikan pada pukul 00.00-06.00 WIB, guguran lava pijar Merapi teramati sebanyak 11 kali dengan jarak luncur maksimum 800 m
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan masih terus mengeluarkan guguran lava pijar hingga Minggu (14/2/2021) pagi ini.
Guguran lava pijar teramati pada jarak maksimum 800 meter ke arah Barat Daya.
Demikian disampaikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta dalam laporan tertulis harian periode pengamatan Minggu (14/2/2021) 00.00-06.00 WIB pagi ini.
BPPTKG Yogyakarta menyampaikan pada pukul 00.00-06.00 WIB, guguran lava pijar Merapi teramati sebanyak 11 kali dengan jarak luncur maksimum 800 m.
"Teramati guguran lava pijar 11 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke barat daya (hulu Kali Krasak dan Kali Boyong). Gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," tutur kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, Minggu (14/2/2021).
Baca juga: Gunung Merapi Alami 20 Kali Gempa Vulkanik Dangkal, BPPTKG : Pertanda Masih Ada Desakan Magma
Baca juga: Jalur Evakuasi Merapi di Turgo Sudah Diperbaiki
Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan, mendung dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah Timur.
Suhu udara 14-23 °C, kelembaban udara 56-95 persen, dan tekanan udara 567-708 mmHg, dengan volume curah hujan 5 mm per hari.
Aktivitas kegempaan pada periode tersebut di antaranya 35 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-22 mm dan durasi 13-100 detik serta 7 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 5-16 mm, S-P 0.3-0.5 detik, dan durasi 6-9 detik.

Saat ini kondisi Merapi masih dalam status siaga atau level III.
BPPTKG Yogyakarta pun mengeluarkan beberapa rekomendasi, di antaranya :
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
( tribunjogja.com )