Erupsi Gunung Merapi
Gunung Merapi Alami 20 Kali Gempa Vulkanik Dangkal, BPPTKG : Pertanda Masih Ada Desakan Magma
Aktivitas vulkanik gunung merapi kembali mengalami peningkatan pada dua hari terakhir dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik gunung merapi kembali mengalami peningkatan pada dua hari terakhir dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Hal itu ditandai dengan guguran lava pijar yang cukup intens terjadi dengan jarak luncur relatif jauh, yakni hingga 1-1,5 km pada Minggu-Senin (7-8/2/2021).
Sementara itu, pada Selasa (9/2/2021), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi 20 kali gempa vulkanik dangkal dan 137 kali gempa hybrid/fase banyak.
Angka tersebut cukup tinggi, mengingat selama beberapa pekan sebelumnya gempa vulkanik dangkal relatif konstan pada angka 0 atau sangat minim.
• BPPTKG: Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1,5 Kilometer Tadi Malam
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menyampaikan, pada Selasa (9/2/2021) aktivitas kegempaan Gunung Merapi yang terjadi di antaranya 134 gempa guguran, 137 gempa hybrid/fase banyak, 20 gempa vulkanik dangkal, dan 2 gempa hembusan.
"Hal ini mengindikasikan masih adanya desakan magma dan erupsi belum akan berakhir," jelas Hanik singkat, dihubungi Rabu (10/2/2021).
Selain itu, dilaporkan pula pada Selasa (9/2/2021) pukul 00.00-24.00 WIB, asap Merapi berwarna putih, intensitas sedang dengan ketinggian 50 m di atas puncak.
"Teramati 6 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 700 m mengarah ke barat daya (hulu Kali Krasak dan Kali Boyong)," lanjut Hanik.
Adapun laju rata-rata deformasi yang ditunjukkan dengan pemendekan electronic distance measurement (EDM) Babadan sebesar 0,9 cm/hari (dalam tiga hari).
Berikutnya, pada periode terbaru hingga berita ini ditulis, Rabu (10/2/2021) pukul 12.00-18.00 WIB, aktivitas kegempaan gunung merapi di antaranya 35 gempa guguran dengan amplitudo 3-35 mm dan durasi 11-91 detik, 5 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-10 mm, S-P 0.3-0.9 detik, dan durasi 6-8 detik, serta 1 gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 48 mm dan durasi 11 detik.
Secara visual, pada periode tersebut gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Secara meteorologi, cuaca berawan.
• BPPTKG: Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Sejauh 1 Kilometer Masih Sering Terjadi
Angin bertiup lemah ke arah utara.
Suhu udara 17-24 °C, kelembaban udara 63-90 persen, dan tekanan udara 834-945 mmHg.