Breaking News:

Pemuda Yogyakarta Ciptakan Motor Mini Unik Bergaya Klasik dari Bahan Bekas

Grill dan bumper bagian depan terinspirasi dari Fiat 1100 E, dipadukan bentuk sasis atau body dari pelat besi bekas yang dilas dan dibentuk

TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Rio Pujaya bersama motor mini hasil customnya yang diberi nama 'NR'. 

Bagian kerangka juga masih menggunakan motor bawaan, hanya saja dengan beberapa ubahan yang ia terapkan.

"Bagian knalpot sebelumnya saya coba custom sendiri, juga menggunakan pelat besi bekas. Tapi suara yang dihasilnya ternyata masih terlalu bising, akhirnya saya putuskan menggunakan knalpot yang biasa digunakan pada motor mini Honda, atau Honda Monkey," tambahnya.

Hari Pahlawan 10 November Jadi Pemantik Berkreasi

Diceritakan Rio, peringatan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November jadi pemantiknya berkreasi. Sebab, ia yang sejak SMK juga menggemari otomotif, kembali tertarik menggeluti hobi lamanya.

"Pada peringatan hari pahlawan, 10 November 2020 lalu, saya melihat unggahan media sosial dan televisi. Di unggahan serta tayangan di televisi tersebut, menampilkan foto mobil-mobil kuno dan juga tunggangan presiden-presiden Indonesia tempo dulu," ujar Rio Pujaya.

"Setelah menyaksikan tayangan tersebut, terbesit keinginan untuk menciptakan kendaraan serupa tapi dengan komponen-komponen yang sudah ada karena sejak SMK memang sudah hobi otomotif," tambahnya.

Referensi dari berbagai sumber pun mulai ia kumpulkan dalam mewujudkan misinya, baik dari media sosial, hingga melakukan observasi ke Museum Kereta Keraton, Museum Merpati, hingga mengamati konvoi mobil klasik yang secara tak sengaja ia jumpai ketika melintas di sekitar kawasan Tugu Jogja.

"Mulanya terbesit keinginan untuk membuat semacam duplikat dari mobil pertama di dunia yang sekilas bentuknya serupa dengan andong. Untuk itu, saya cari referensi ke Museum Kereta Keraton. Namun karena saya pikir ini bakal memakan waktu yang lama dalam proses pembuatannya, akhirnya saya putuskan untuk custom motor saja," ungkapnya.

Setelah mengumpulkan referensi dari berbagai sumber, Rio pun langsung mengeksekusi motor yang ia impikan dalam bentuk desain. Bukan hanya melalui gambar di atas kertas, berbekal skill di bidang seni kriya utamanya di bidang keramik, Rio membuat miniatur motor impiannya dari bahan tanah liat terlebih dulu.

"Ada beberapa miniatur motor dari tanah liat yang saya buat, namun akhirnya dipilih satu yang kemudian diaplikasikan ke motor yang sudah jadi saat ini.  Proses pengerjaan sekira dua bulan, dan akhirnya selesai dikerjakan pada 25 Januari 2020 lalu," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved