Pemuda Yogyakarta Ciptakan Motor Mini Unik Bergaya Klasik dari Bahan Bekas
Grill dan bumper bagian depan terinspirasi dari Fiat 1100 E, dipadukan bentuk sasis atau body dari pelat besi bekas yang dilas dan dibentuk
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
"Setelah menyaksikan tayangan tersebut, terbesit keinginan untuk menciptakan kendaraan serupa tapi dengan komponen-komponen yang sudah ada karena sejak SMK memang sudah hobi otomotif," tambahnya.
Referensi dari berbagai sumber pun mulai ia kumpulkan dalam mewujudkan misinya, baik dari media sosial, hingga melakukan observasi ke Museum Kereta Keraton, Museum Merpati, hingga mengamati konvoi mobil klasik yang secara tak sengaja ia jumpai ketika melintas di sekitar kawasan Tugu Jogja.
"Mulanya terbesit keinginan untuk membuat semacam duplikat dari mobil pertama di dunia yang sekilas bentuknya serupa dengan andong. Untuk itu, saya cari referensi ke Museum Kereta Keraton. Namun karena saya pikir ini bakal memakan waktu yang lama dalam proses pembuatannya, akhirnya saya putuskan untuk custom motor saja," ungkapnya.
Setelah mengumpulkan referensi dari berbagai sumber, Rio pun langsung mengeksekusi motor yang ia impikan dalam bentuk desain. Bukan hanya melalui gambar di atas kertas, berbekal skill di bidang seni kriya utamanya di bidang keramik, Rio membuat miniatur motor impiannya dari bahan tanah liat terlebih dulu.
"Ada beberapa miniatur motor dari tanah liat yang saya buat, namun akhirnya dipilih satu yang kemudian diaplikasikan ke motor yang sudah jadi saat ini. Proses pengerjaan sekira dua bulan, dan akhirnya selesai dikerjakan pada 25 Januari 2020 lalu," ujarnya.
Meski sama sekali belum ia publikasi sekalipun melalui media sosial, motor karyanya mendapat sambutan positif dari banyak pihak, mulai dari komunitas mobil klasik, pecinta motor dan kalangan umum.
"Bahkan sempat ditawar Rp 25 juta dan dua orang hendak memesan. Namun karena ini perdana dan untuk orang spesial saya enggak jual, mungkin ke depan kalau ada orang yang berminat, bisa dikomunikasikan," ujar Rio.
Lebih lanjut Rio menyebut, dalam waktu dekat ini dia hendak menduplikat motor customnya lagi. Dia pun tak menyangka hobinya di bidang otomotif dan modifikasi kendaraan ini justru menjadi peluang. Cara baru memperkenalkan mobil kuno sekaligus mengulik sejarah di dalamnya.
Baca juga: DPC PDIP Kota Yogyakarta: Momen Tahun Baru Imlek 2572, Saatnya Perekonomian Bangkit
Dipersembahkan untuk Sang Calon Istri
Motor custom karya Rio yang unik, nyentrik, bergaya klasik ini diberi nama NR. Sebagaimana logo dari bahan pelat yang tersemat di bagian bodi motornya.
"NR ini merupakan singkatan dari Nurul dan Rio. Nama calon istri, dan nama saya sendiri. Motor ini sengaja saya buat untuk dipersembahkan kepada calon istri," ujar Rio.
"Sambutan dari calon istri pun positif, dia pun sangat senang. Motor ini juga sudah digunakan untuk foto pre wedding kami beberapa waktu lalu, dan besok tinggal dipajang waktu resepsi pernikahan. Jadi ini motor yang spesial saya bikin untuk calon istri," ungkap Rio.
"Kalau bicara kendala juga tidak ada sih, karena dalam mengerjakan ini hatinya senang. Dalam proses pengerjaannya pun saya tidak merasa capek, bahkan rela lembur hingga malam hari," pungkasnya. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rio-pujaya-bersama-motor-mini-hasil-customnya-yang-diberi-nama-nr.jpg)