Pemuda Yogyakarta Ciptakan Motor Mini Unik Bergaya Klasik dari Bahan Bekas
Grill dan bumper bagian depan terinspirasi dari Fiat 1100 E, dipadukan bentuk sasis atau body dari pelat besi bekas yang dilas dan dibentuk
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Inspirasi modifikasi kendaraan bermotor tidak mengenal batas, seperti yang dilakukan pemuda asal Yogyakarta, Rio Pujaya.
Ia merombak motor Suzuki Smash lawas miliknya, menjadi motor mini berbodi unik, nyentrik bergaya klasik menggunakan komponen-komponen dari bahan bekas.
Pria alumnus Jurusan Kriya Institute Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menjelaskan, motor modifikasi miliknya ini mengusung perpaduan konsep dua mobil klasik yakni Fiat 1100 E dan Volkswagen Beetle.
Grill dan bumper bagian depan terinspirasi dari Fiat 1100 E, dipadukan bentuk sasis atau body dari pelat besi bekas yang dilas dan dibentuk melengkung menyerupai struktur bodi Volkswagen Beetle, yang ikonik. Bodynya dicat hitam mengkilap, kian menambah kesan klasik.
"Pelat besi yang digunakan untuk motor ini bentuknya berupa potongan-potongan, berupa pelat besi sisa. Kemudian saya buat pola menggunakan karton, saya pilih pelat besi yang bisa digunakan. Setelah bodinya terbentuk dari pola yang sudah dibuat, saya gabungkan potongan-potongan pelat besi dengan proses pengelasan, pendempulan, dan pengecatan," ujar Rio Pujaya ditemui Tribun Jogja beberapa waktu lalu.
Baca juga: Akademisi Bicara Tentang Body Shaming di Media Sosial, Punya Dampak Psikologis Serius
Dua lampu utama menggunakan lampu bekas sepeda onthel, sementara kaki-kakinya tetap memanfaatkan bawaan Suzuki Smash, namun ditopang dengan set roda berukuran 10 inci.
Jok tunggal sepeda ontel dipadu backrack berbahan besi dan kayu jati belanda, jadi pilihan Rio pada motor modifikasinya ini.
Stang lebar yang digunakan pada sepeda motor mini ini juga menambah kesan retro.
Beralih ke bagian belakang, lampu sein Honda C70 atau pitung yang berbentuk bulat tampak begitu pas di aplikasikan ke body membulat yang kental kesan klasik. Berpadu apik dengan lampu belakang Vespa PX yang jadi pilihan Rio di motor modifikasinya ini.
Soal jantung mekanis, sepeda motor karya Rio menggendong mesin bawaan Suzuki Smash berkapasitas 109,1 cc dengan transmisi empat percepatan.
Bagian kerangka juga masih menggunakan motor bawaan, hanya saja dengan beberapa ubahan yang ia terapkan.
"Bagian knalpot sebelumnya saya coba custom sendiri, juga menggunakan pelat besi bekas. Tapi suara yang dihasilnya ternyata masih terlalu bising, akhirnya saya putuskan menggunakan knalpot yang biasa digunakan pada motor mini Honda, atau Honda Monkey," tambahnya.
Hari Pahlawan 10 November Jadi Pemantik Berkreasi
Diceritakan Rio, peringatan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November jadi pemantiknya berkreasi. Sebab, ia yang sejak SMK juga menggemari otomotif, kembali tertarik menggeluti hobi lamanya.
"Pada peringatan hari pahlawan, 10 November 2020 lalu, saya melihat unggahan media sosial dan televisi. Di unggahan serta tayangan di televisi tersebut, menampilkan foto mobil-mobil kuno dan juga tunggangan presiden-presiden Indonesia tempo dulu," ujar Rio Pujaya.
"Setelah menyaksikan tayangan tersebut, terbesit keinginan untuk menciptakan kendaraan serupa tapi dengan komponen-komponen yang sudah ada karena sejak SMK memang sudah hobi otomotif," tambahnya.
Referensi dari berbagai sumber pun mulai ia kumpulkan dalam mewujudkan misinya, baik dari media sosial, hingga melakukan observasi ke Museum Kereta Keraton, Museum Merpati, hingga mengamati konvoi mobil klasik yang secara tak sengaja ia jumpai ketika melintas di sekitar kawasan Tugu Jogja.
"Mulanya terbesit keinginan untuk membuat semacam duplikat dari mobil pertama di dunia yang sekilas bentuknya serupa dengan andong. Untuk itu, saya cari referensi ke Museum Kereta Keraton. Namun karena saya pikir ini bakal memakan waktu yang lama dalam proses pembuatannya, akhirnya saya putuskan untuk custom motor saja," ungkapnya.
Setelah mengumpulkan referensi dari berbagai sumber, Rio pun langsung mengeksekusi motor yang ia impikan dalam bentuk desain. Bukan hanya melalui gambar di atas kertas, berbekal skill di bidang seni kriya utamanya di bidang keramik, Rio membuat miniatur motor impiannya dari bahan tanah liat terlebih dulu.
"Ada beberapa miniatur motor dari tanah liat yang saya buat, namun akhirnya dipilih satu yang kemudian diaplikasikan ke motor yang sudah jadi saat ini. Proses pengerjaan sekira dua bulan, dan akhirnya selesai dikerjakan pada 25 Januari 2020 lalu," ujarnya.
Meski sama sekali belum ia publikasi sekalipun melalui media sosial, motor karyanya mendapat sambutan positif dari banyak pihak, mulai dari komunitas mobil klasik, pecinta motor dan kalangan umum.
"Bahkan sempat ditawar Rp 25 juta dan dua orang hendak memesan. Namun karena ini perdana dan untuk orang spesial saya enggak jual, mungkin ke depan kalau ada orang yang berminat, bisa dikomunikasikan," ujar Rio.
Lebih lanjut Rio menyebut, dalam waktu dekat ini dia hendak menduplikat motor customnya lagi. Dia pun tak menyangka hobinya di bidang otomotif dan modifikasi kendaraan ini justru menjadi peluang. Cara baru memperkenalkan mobil kuno sekaligus mengulik sejarah di dalamnya.
Baca juga: DPC PDIP Kota Yogyakarta: Momen Tahun Baru Imlek 2572, Saatnya Perekonomian Bangkit
Dipersembahkan untuk Sang Calon Istri
Motor custom karya Rio yang unik, nyentrik, bergaya klasik ini diberi nama NR. Sebagaimana logo dari bahan pelat yang tersemat di bagian bodi motornya.
"NR ini merupakan singkatan dari Nurul dan Rio. Nama calon istri, dan nama saya sendiri. Motor ini sengaja saya buat untuk dipersembahkan kepada calon istri," ujar Rio.
"Sambutan dari calon istri pun positif, dia pun sangat senang. Motor ini juga sudah digunakan untuk foto pre wedding kami beberapa waktu lalu, dan besok tinggal dipajang waktu resepsi pernikahan. Jadi ini motor yang spesial saya bikin untuk calon istri," ungkap Rio.
"Kalau bicara kendala juga tidak ada sih, karena dalam mengerjakan ini hatinya senang. Dalam proses pengerjaannya pun saya tidak merasa capek, bahkan rela lembur hingga malam hari," pungkasnya. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rio-pujaya-bersama-motor-mini-hasil-customnya-yang-diberi-nama-nr.jpg)