Breaking News:

Mulai Maret 2021, Pemerintah Resmi Bebaskan Pajak Mobil Baru di Bawah 1500cc, Berikut Penjelasannya

Pemerintah menyiapkan insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc di bawah 1500

Editor: Muhammad Fatoni
Rianto Prasetyo/GridOto.com
Ilustrasi mobil: Honda Brio Satya, Daihatsu Ayla dan Toyota Agya yang bermain di segmen LCGC. 

TRIBUNJOGJA.COM - Terhitung mulai bulan Maret 2021 mendatang, pemerintah resmi membebaskan pajak kendaraan bermotor atau mobil baru di bawah 1500 cc.

Pemerintah akan memberikan insentif fiskal berupa penurunan tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor atau mobil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah menyiapkan insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc di bawah 1500 yaitu untuk kategori sedan dan 4x2.

Menurut dia, relaksasi PPnBM dapat meningkatkan kekuatan membeli masyarakat dan memberikan jumpstart pada perekonomian.

Gasak Mobil Warga Juwiring, Seorang Residivis Diringkus Polres Klaten, 7 Mobil Ikut Disita

Pemeriksaan Surat Rapid Antigen di Perbatasan Masuk DIY, Petugas Lakukan Tes Acak pada Pengendara

Targetnya pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotor bisa di atas 70 persen.

"Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat, sehingga meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini," ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Jumat (12/2/2021).

Pemberian insentif ini akan dilakukan secara bertahap selama 9 bulan, dengan masing-masing tahapan akan berlangsung selama 3 bulan. Selain itu, besaran insentif pun akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan.

Menko PerekonomianRI, Airlangga Hartarto
Menko PerekonomianRI, Airlangga Hartarto (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Adapun rinciannya, insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif akan diberikan pada tahap pertama, lalu diikuti insentif PPnBM sebesar 50 persen dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua.

Kemudian insentif PPnBM 25 persen dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga.

Instrumen kebijakan akan tersebut menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK), yang ditargetkan akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021.

Rubrik Otomotif Gaspol 52, NSR 150 Series, Motor 2-Tak Honda yang Jadi Primadona

PPKM di Jawa Bali Bukanlah Lockdown, Berikut Penjelasan Airlangga Hartarto

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved