Breaking News:

Kabupaten Sleman

KBM Lewat HT di Blank Spot Area di Sleman Belum Dilakukan

Pembelajaran melalui HT ini baru akan digiatkan kembali setelah Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap ketiga selesai. 

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wilayah Kecamatan Cangkringan memiliki Blank Spot Area atau tidak tercover sinyal komunikasi.

Karenanya, untuk membantu sistem Pembelajaran Jarak Jauh atau daring, Pemerintah Kapanewon menggiatkan dengan alat bantu komunikasi Handy Talky (HT).

Namun belakangan, kegiatan tersebut urung dilakukan.

Pembelajaran melalui HT ini baru akan digiatkan kembali setelah Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap ketiga selesai. 

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Sleman Tunggu Hasil Evaluasi PPKM 

"Kalau belajar pakai HT, empat sampai enam anak, masih ada potensi kerumunan. Ini masih kita hindari, sampai PPKM ini selesai," kata Penewu (Camat) Cangkringan, Suparmono, dihubungi Jumat (12/2/2021). 

Menurutnya, pembelajaran bagi area blank spot, saat ini masih tetap sama, menggunakan aplikasi WhatsApp.

Lalu, anak mengambil soal manual ke sekolah.

Meskipun, penggunaan HT untuk Kebencanaan sebenarnya sudah tidak seintensif bulan lalu.

Semenjak potensi ancaman bahaya Merapi bergeser mengarah ke arah Barat Daya dan Warga Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, yang awalnya mengungsi sudah dipulangkan. 

Suparmono mengatakan, saat ini masih diberlakukan PPKM sehingga pembelajaran melalui HT tidak dilakukan di Kapanewon Cangkringan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved