Breaking News:

Polisi Tangkap Pelaku Aborsi Berstatus Mahasiswa di Magelang, Gugurkan Kandungan Bersama Pacar

Dua tersangka dalam kasus itu masih berstatus sebagai mahasiswa yakni HY (21) dan SA (21) sementara satu lainnya yakni SR (35) berprofesi sebagai

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Polres Magelang saat merilis kasus pengungkapan tindak pidana aborsi, Kamis (11/2/2021) di Mapolres setempat. Dari tiga tersangka itu dua bersatu sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Purworejo. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Magelang berhasil menangkap tiga tersangka tindak pidana kekerasan terhadap anak atau pelaku aborsi.

Dua tersangka dalam kasus itu masih berstatus sebagai mahasiswa yakni HY (21) dan SA (21) sementara satu lainnya yakni SR (35) berprofesi sebagai sopir pikap yang bertindak sebagai dukun penggugur kandungan.

Tindakan bejat itu dilakukan ketiga tersangka pada 21 Desember 2020 silam bertempat di rumah tersangka SR sekiranya pukul 10.30 WIB yakni Dusun Ngemplak, Desa Krasak, Kecamatan Salaman, Magelang.

Penuhi 8 Tuntutan, Suporter PSS Sleman BCS Resmi Mencabut Boikot

Polisi menyebut keuda mahasiswa itu memutuskan untuk menggugurkan kandungan lantaran malu dan tidak ingin diketahui oleh orang tuanya.

Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Hadi Handoko menjelaskan, HY dan SA mengaku berpacaran dan merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Purworejo.

Pihaknya mengetahui tindakan bejat keduanya berdasarkan laporan dari masyarakat lantas melakukan penyelidikan terhadap kasus itu.

"Mereka mengaku takut dan malu karena sudah hamil. Lalu mencari bantuan untuk menggugurkan kandungan. Dari rekomendasi teman akhirnya mereka tahu kalau SR bisa menggugurkan kandungan," jelas Hadi, Kamis (11/2/2021).

SA dan HY diketahui sempat menginap di rumah tersangka SR selama lima hari untuk melakukan ritual pengguguran.

Selama lima hari tersebut, SR memberikan SA minuman hasil ramuan racikannya sendiri.

"Kemudian pada hari kelima yakni di 21 Desember 2020 sekira pukul 09.00 WIB pelaku SA juga diberi minuman ramuan racikan oleh pelaku SR, kemudian pelaku SA dipijat di bagian perut lalu air ketuban keluar setelah itu sekitar satu jam kemudian pelaku SA diberi minum ramuan racikkan lagi oleh pelaku SR dan dipijit kembali kemudian baru janinnya keluar," jelas Hadi.

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved