Yogyakarta
Badan Promosi Pariwisata DIY Prediksi 4.000 Wisatawan Masuk Jogja
BPPD DIY berharap tempat wisata di Yogyakarta memakai GeNose sebagai alat skrining wisatawan.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 4.000 wisatawan diperkirakan mendatangi Kota Yogyakarta pada libur Imlek tahun ini.
Perkiraan tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY Gusti Kanjeng Ratu Bendoro saat meninjau langsung kesiapan di Stasiun Tugu Yogyakarta, Kamis (11/2/2021)
GKR Bendoro memastikan kesiapan petugas medis yang melayani test GeNose di stasiun Tugu Yogyakarta.
Anak ke lima dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ini menginginkan agar GeNose dapat diproduksi lebih banyak lagi.
• Libur Imlek, Uji Coba Wisata di Gunungkidul Tetap Buka Jumat Ini
"Tadi diberitahu kepala stasiun KA Tugu, tiket sudah sold out 4.000. Jadi besok 4.000 wisatawan akan datang ke Jogja, tapi prokes tetap dijalankan," katanya, saat ditemui di lokasi.
Sayangnya, meski diprediksikan terjadi lonjakan wisatawan saat libur Imlek besok, tempat-tempat wisata masih belum terfasilitasi alat skrining COVID-19 buatan Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut.
"Tentu saya berharap GeNose bisa dipakai di tempat-tempat wisata," jelasnya.
Alasannya, tempat wisata menjadi corong untuk memulihkan ekonomi di Yogyakarta, lantaran selama ini Kota Yogyakarta menawarkan banyak pilihan pariwisata.
GKR Bendoro berpendapat, ketika satu tempat wisata beroperasi maksimal dampaknya sektor lain misalnya UMKM juga ikut tergerak.
"Kenapa pariwisata didahulukan daripada kesehatan? Karena satu tempat pariwisata beroperasi, efeknya satu tempat wisata bisa menghidupi banyak di antaranya UMKM dan lainnya," terang dia.
Akan tetapi, persoalannya saat ini masih banyak banyak tempat wisata yang belum survive di tengah pandemi COVID-19.
Oleh karena itu, dirinya berharap supaya pemerintah menentukan kebijakan mobilitas masyarakat dengan hati-hati.
• Long Weekend, Dinas Pariwisata Bantul Pesimis Ada Peningkatan Wisatawan
"Jangan terlalu longgar dan jangan terlalu ketat. Kami tidak bisa mengatur setiap orang yang datang ke jogja. Para wisatawan sendiri yang harus mengawasi diri sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menambahkan, untuk antisipasi lonjakan wisatawan di Yogykarta dirinya berharap pemerintah DIY harus menyiapkan antisipasi ke depan.
"Tentunya dengan adanya lonjakan wisatawan saat libur Imlek harus ada antisipasi yang rill," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro harus membuahkan hasil.
"Angka kasusnya bisa ditekan dan kondisi bisa lebih baik," jelasnya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/badan-promosi-pariwisata-diy-prediksi-4000-wisatawan-masuk-jogja.jpg)