Breaking News:

Yogyakarta

Sekda DI Yogyakarta Sebut Kasus COVID-19 Mulai Alami Penurunan

Menurutnya, karena kasus positif dapat ditekan, maka presentase keterisian tempat tidur di 27 RS rujukan COVID-19 juga semakin berkurang.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyebut bahwa penularan COVID-19 di DI Yogyakarta telah mengalami penurunan sejak Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal itu, dia amati berdasarkan laporan kasus harian COVID-19.

Menurutnya, rata-rata kasus terkonfirmasi positif mengalami penurunan dari 400 an kasus menjadi 200 kasus.

"Walaupun ada faktor lain yang bisa mempengaruhi tapi sangat mungkin itu karena PPKM," terang Aji di kantornya, Rabu (10/2/2021).

Kasus COVID-19 di DI Yogyakarta Bertambah 291 Kasus, Total Kasus Positif Menjadi 24.273 Kasus

Karena kasus positif dapat ditekan, maka presentase keterisian tempat tidur di 27 RS rujukan COVID-19 juga semakin berkurang.

Artinya, kini lebih banyak tempat tidur yang tersedia untuk merawat pasien positif covid-19.

Aji merinci, dari ketersediaan 58 ruang ICU, 41 diantaranya telah terisi sehingga tingkat keterisian ruang ICU yakni sebesar 70,7 persen.

Adapun untuk tempat tidur non critical tersedia 503 tempat tidur dan telah terpakai 305 tempat tidur atau terpakai sebesar 62,7 persen.

"Jadi dari total kapasitas 561 tempat tidur, tingkat keterisian saat ini 63,46 persen. Kalau dulu kan sampai di angka 82," persen," jelas Aji.

Hal ini disebabkan karena jumlah pasien sembuh rata-rata lebih tinggi bila dibandingkan penambahan kasus positif tiap harinya. 

Tracing Covid-19 di Sleman Diperluas, Sasar Semua Kontak Erat 

Untuk meningkatkan kemampuan RS dalam mendeteksi virus korona, Pemda DIY akan mengadakan alat deteksi COVID-19 hasil inovasi UGM, GeNose di RS maupun fasilitas layanan kesehatan yang dikelola oleh pemerintah daerah. 

Pasalnya beberapa RS di DIY telah memanfaatkan alat skrining tersebut, misalnya saja RS Bhayangkara Yogyakarta dan RSUP Dr Sardjito.

Sedangkan RSA UGM, RS DKT Dr Soetarto, RSPAU dr S Hardjolukito, dan RS Lapangan Khusus COVID Bambanglipuro Bantul dalam waktu dengan juga akan memanfaatkan teknologi tersebut.

Namun Aji belum bisa menyebut jumlah anggaran dan unit yang dipesan, pasalnya produsen GeNose masih berusaha memenuhi permintaan pesanan dari pihak lain.

"Puskesmas juga akan kita support dari APBD kabupaten/kota. Kita yang memesan tapi kan yang pesan banyak jadinya terbatas," terangnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved