Jawa

Perlintasan Sebidang Klasis Terpantau Padat, Dishub Klaten Berencana Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Kepadatan arus lalu lintas itu terjadi satu hari setelah perlintasan sebidang kereta api di Tegalsepur ditutup pada Selasa (9/2/2021).

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan arus lalulintas di JPL 281 atau perlintasan klasis di Jalan Seruni, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, meningkat, Rabu (10/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Arus lalu lintas kendaraan bermotor roda dua dan empat di perlintasan sebidang kereta api yang berada di JPL 281 atau perlintasan klasis di Jalan Seruni, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, terpantau padat, Rabu (10/2/2021).

Kepadatan arus lalu lintas itu terjadi satu hari setelah JPL 280 atau perlintasan sebidang kereta api di Tegalsepur, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten ditutup pada Selasa (9/2/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Sudiyarsono angkat bicara mengenai peningkatan arus lalu lintas diperlintasan sebidang klasis itu.

Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di perlintasan itu, pihaknya berencana untuk melakukan rekayasa lalu lintas di area tersebut.

Perlintasan Sebidang di Tegalsepur Klaten Ditutup Permanen, Perlintasan Klasis Terpantau Padat

"Tadi petugas sudah mengecek ke lapangan. Memang terjadi kepadatan disana. Kita berencana untuk mengusulkan jalan disana satu arah agar tidak padat lagi," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Rabu (10/2/2021).

Ia mengatakan, usulan pemberlakuan jalan satu arah itu akan dibahas oleh pihaknya bersama forum lalu lintas Kabupaten Klaten.

"Rencana itu akan coba kita usulkan kepada forum lalu lintas Klaten karena  di sini juga butuh pandangan dari Satlantas Polres Klaten, DPUPR, PT KAI dan pihak-pihak lainnya," kata dia.

Ia mengatakan, jika pemberlakuan jalan satu arah di Jalan Seruni itu bisa terealisasi, nantinya jalan tersebut hanya bisa dilalui dari Klaten Kota menuju By Pass.

"Nanti itu wacana kita yang padatkan pengendara dari selatan (by pass) mau masuk ke utara (Klaten Kota), nanti yang dari selatan itu dilarang masuk lewat sana. Kita alihkan ke jalan lainnya biar tidak padat lagi," ucapnya.

Sementara itu, seorang warga yang ditemui di Jalan Seruni tersebut, Badi (40) mengakui jika terjadi kepadatan arus lalulintas di jalan itu sejak Rabu pagi.

"Iya, tadi pagi sekitar pukul 7 atau 8 terjadi kepadatan arus lalu lintas di sini. Biasanya kalau pagi di sini tidak sepadat sekarang," katanya saat ditemui di sekitar perlintasan itu.

Ia mengatakan, kepadatan kendaraan juga terjadi saat siang hari.

Frekuensi Perjalanan Kereta Api Meningkat, Perlintasan di Tegalsepur Klaten Bakal Ditutup Besok

Namun kepadatannya lebih sedikit dibanding pagi hari.

Ditanya terkait penyebab kepadatan kendaraan yang melintas itu, ia mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya tidak tahu penyebab pastinya. Tapi mungkin karena perlintasan yang di Tegalsepur ditutup jadi pengendara banyak yang lewat ke sini. Lagian jaraknya juga dekat, tapi disini jalannya sempit jadi terpaksa mobil pelan-pelan saat lewat sini," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved