Breaking News:

Penyalahgunaan Narkoba di Bantul Meningkat, Paling Banyak Pengedar Obat Berbahaya

Jika diperinci, tahun 2019 ada 15 penyalahgunaan narkotika, 18 penyalahgunaan psikotropika dan 62 penyalahgunaan obat berbahaya. 

internet
Ilustrasi narkoba 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus Penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bantul meningkat.

Menurut data Satresnarkoba Polres Bantul, ada 95 kasus penyalahgunaan narkoba pada tahun 2019.

Sedangkan pada tahun 2020 tercatat ada 109 kasus penyalahgunaan narkoba.

Jika diperinci, tahun 2019 ada 15 penyalahgunaan narkotika, 18 penyalahgunaan psikotropika dan 62 penyalahgunaan obat berbahaya. 

JAGA HARAPAN, Toko Semangat Baru di Jalan Pajeksan Tetap Pajang Lampion Imlek di Masa Pandemi

Pada tahun 2020, terdapat 30 kasus penyalahgunaan narkotika, 20 penyalahgunaan psikotropika, dan 59 penyalahgunaan obat berbahaya.

Kasat Resnarkoba Polres Bantul, AKP Archie Nevada mengatakan kasus penyalahgunaan yang paling banyak adalah penyalahgunaan obat berbahaya (obaya).

Sebagian besar tersangka yang diamankan adalah pengedar. 

Menurut dia, banyaknya pengedar obaya di Kabupaten Bantul adalah karena  keuntungan yang besar.

Bahkan ada pengedar yang tidak jera meskipun sudah pernah dipenjara.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved