Breaking News:

Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo Paparkan Peran Perempuan Dalam Ketahanan Nasional

Anggota DPD RI Dapil DI Yogyakarta, Afnan Hadikusumo menyebut perempuan dan laki-laki dewasa ini memiliki peran yang sama pentingnya

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Sosialisasi Empat Pilar Bernegara, di Kantor Perwakilan DPD RI, Kota Yogyakarta, bersama Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) DIY, Jumat (5/2/21). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anggota DPD RI Dapil DI Yogyakarta, Afnan Hadikusumo menyebut perempuan dan laki-laki dewasa ini memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun dan menjaga ketahanan nasional di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Bernegara, di Kantor Perwakilan DPD RI, Kota Yogyakarta, Jumat (5/2/2021) siang, bersama Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) DI Yogyakarta.

Menurutnya, berangkat dari isi Konstitusi Negara Indonesia, UUD 1945 (amandemen) yang secara tegas menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib dalam upaya pembelaan negara (Pasal 27 ayat 3) dan dalam usaha pertahanan dan keamanan (Pasal 30 ayat 1).

Wakapolda DIY Monitoring Perkembangan Pembangunan Rusun Blok A Murangan Polres Sleman

"Kedua pasal ini menyatakan, setiap warga negara, baik laki-laki maupun perempuan, berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara dan usaha mempertahankan keamanan NKRI," jelasnya.

Akan tetapi, ia menggarisbawahi, peran perempuan dalam hal ini adalah mengantisipasi anak bangsa, agar terhindar dari potensi, sekaligus ancaman kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan dan perpecahan.

"Maka, organisasi perempuan bisa memainkan peran sebagai jembatan komunikasi dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Penyebab utama perpecahan adalah tersumbatnya komunikasi antar elemen," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PW Nasyiatul Aisyiyah DIY, Nunung Damayanti mengatakan, hal yang bisa diperankan kaum perempuan sebagai ibu bangsa adalah dengan menanamkan nilai kebangsaan kepada anak-anaknya sejak dini.

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Diundur

"Serta, menyampaikan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama, ras, dan kebudayaan yang diikat oleh ideologi Pancasila," tegasnya.

Dengan memiliki pemahaman kebangsaan yang benar dan utuh, anak mampu menangkis sikap intoleransi terhadap keberagaman. Menurutnya, semua harus dimulai dari dalam rumah, dimana ibu menjadi ujung tombak ketahanan keluarga yang bermuara pada ketahanan nasional.

"Perempuan sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga, menjadi harapan dalam menciptakan generasi yang diharapkan bangsa, negara dan agama. Keyakinan beragama yang lebur dengan nilai budaya Indonesia adalah potensi kekuatan dalam mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved