Yogyakarta
Diduga Overload Menerima Beban Kendaraan, Grill Underpass Kentungan Kembali Rusak
Dugaan sementara grill tersebut tidak dapat menahan volume kendaraan yang melintas, sehingga permukaan aspal penahan grill terkikis.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Julian mengelak, rusaknya grill underpas sisi Utara kali ini lantaran perbaikan sebelumnya tidak maksimal.
"Kami sudah maksimal kemarin, selama tiga hari perbaikan itu seharusnya tidak efektif. Dan tidak ada pembangunan yang benar-benar sempurna. Yang terpenting tim kami responsif dan tidak sampai ada korban," tegasnya.
• Sungai Kaligawe Meluap, Lima Desa di Klaten Terendam
Ia menjelaskan, underpass Kentungan tersebut merupakan Jalan Nasional, sehingga kerusakan tersebut sangatlah wajar lantaran mobilitas kendaraan lebih padat dari jalan yang lain.
Apalagi ketika kendaraan yang melintas melebihi batas maksimum Muatan Sumbu Terberat (MST) yang telah ditentukan.
"Karena batas maksimum berat MST kendaraan yang boleh melintas underpass kentungan itu 10 ton. Melebihi itu dampaknya buruk," terang dia.
Sebagai informasi, pembangunan underpass Kentungan dimulai pada Desember 2018 dengan anggaran sekitar Rp110 miliar.
Pada penggunaannya, problem kerusakan grill sering dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan.
Terakhir, perbaikan dilakukan Satker PJN Kementerian PUPR di sisi Utara underpass pada November 2020 yakni Jalur Magelang menuju Solo yang kini kembali mengalami kerusakan pada grill underpass.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/diduga-overload-menerima-beban-kendaraan-grill-underpass-kentungan-kembali-rusak.jpg)