Gas Amonia Pabrik Es di Kalasan Bocor, Warga Mengungsi

Gas Amonia (metana) dari pabrik es kristal di wilayah Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman mengalami kebocoran.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Tim gabungan dari Pemadam Kebakaran, TRC BPBD, PMI dan PSC Dinkes, RDP, Redkar Sleman, Tagana hingga warga berupaya menangani kebocoran gas amonia di pabrik es Kalasan, Sleman, Sabtu (9/5/2026) dini hari 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gas Amonia (metana) dari pabrik es kristal di wilayah Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman mengalami kebocoran.

Akibat kejadian ini sejumlah warga di Bayen, Purwomartani, Kalasan dilaporkan terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat maupun posko darurat penanganan. 

Insiden kebocoran gas ini terjadi pada Jumat (8/5) malam sekira pukul 23.30 WIB. Bermula dari karyawan yang sedang bekerja mencium bau kebocoran gas lalu mematikan mesin. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro bercerita, pihaknya mendapatkan informasi adanya kebocoran gas amonia setelah dihubungi Dukuh Bayen, Purwomartani, Kalasan pada Sabtu (9/5/2026) dini hari, sekira pukul 00.30 WIB. 

"Saya dibel (ditelfon) sama Pak Dukuh Bayen, Purwomartani jam 00.30 WIB pagi, pas lagi ronda. (Katanya) gas metana (amonia) yang untuk pabrik es kristal di barat jalan itu mengalami kebocoran. Masyarakat radius 200-300 meter matanya pedes dan baunya menyengat," kata Bambang, Sabtu.

Pihaknya mengarahkan menghubungi Damkar untuk penanganan.

Tim TRC BPBD Sleman juga meluncur ke lokasi untuk memberikan masker dengan harapan dapat mengurangi bau.

Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Sleman juga telah berkoordinasi dengan Damkar Kota Yogyakarta, yang dikabarkan memiliki alat untuk menangani kebocoran gas. 

Baca juga: 9 Sapi di Sleman Masuk Bursa Calon Hewan Kurban Presiden

Asesmen sementara dari BPBD Sleman, kebocoran gas ini berdampak pada RT 01 hingga RT 06. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Sejak semalam, upaya penanganan telah dilakukan, di antaranya dengan penyemprotan air ke bagian luar pabrik untuk mengurangi paparan gas. Tiga ambulans juga disiagakan di sekitar lokasi kejadian. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama mengatakan pihaknya bersama tim medis dari Puskesmas Kalasan sudah datang ke lokasi untuk melakukan upaya penanganan medis maupun pendampingan psikologi.

Menurutnya, akibat kebocoran gas amonia ini warga mengungsi secara mandiri bahkan dibuka posko sementara di rumah Dukuh Bayen, Purwomartani. 

"Ya, warga sudah mengungsi mandiri. Sampai saat ini belum ada laporan yang dirawat di Rumah Sakit maupun Puskesmas Kalasan," kata Cahya. 

Mantan Direktur RSUD Sleman ini mengungkapkan, gas amonia jika terpapar dalam jumlah banyak cukup berbahaya.

Paparannya dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit maupun saluran nafas bahkan bisa  menyebabkan sesak nafas. 

"Kalau masyarakat terpapar segera keluar ruangan menuju ke ruangan terbuka dengan udara yang bersih," kata dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved