Breaking News:

Pakar Mikrobiologi UGM Paparkan Gejala dan Antisipasi Virus Nipah, Disebut Berpotensi Jadi Pandemi

Penyakit zoonosis ini ditemukan oleh peneliti Thailand pada Januari lalu yang diketahui kelelawar buah sebagai reservoir virus Nipah ini.

dok.istimewa
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pakar mikrobiologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK, memberikan penjelasan seputar virus Nipah.

Virus Nipah sendiri diketahui merupakan virus zoonosis, yakni penularan yang bersumber dari hewan.

Dalam hal ini, virus Nipah diketahui bersumber atau dibawa oleh kelelawar buah.

Virus Nipah pun sempat disebut dapat berpotensi menjadi pandemi baru.

Penyakit zoonosis ini kembali ditemukan oleh peneliti Thailand pada Januari lalu yang diketahui kelelawar buah sebagai reservoir virus Nipah ini.

Baca juga: Hasil Temuan Sementara dari Ilmuwan Terkait Virus Nipah, Potensi Penularan hingga Risiko Kematian

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jepang, Beda dengan Mutasi di Inggris

Ancaman virus Nipah sebagai pandemi baru di masa yang akan datang ini, menurut Tri Wibawa, harus segera diantisipasi.

Pakar mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM ini, dalam keterangan persnya, mengatakan bahwa antisipasi yang diperlukan untuk mencegah virus Nipah menjadi pandemi baru adalah dengan meningkatkan surveilans epidemilogi penyakit menular.

Selain itu juga, perlunya untuk mulai melakukan penelitian dalam bidang pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit infeksi virus nipah.

"Pencegahan di sini termasuk pengembangan vaksin," kata Prof Tri menanggapi ancaman penyebaran virus Nipah.

Virus Nipah yang ditemukan pada paru-paru babi di Malaysia
Virus Nipah yang ditemukan pada paru-paru babi di Malaysia (Peter Hooper/CSIRO/Wikimedia)

Prof Tri juga menyarankan surveilans epidemiologi untuk melakukan kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah kesehatan.

Halaman
123
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved