Dampak Pandemi Pada Kampus Swasta Hingga 3 Tahun, Aptisi Wilayah V DIY Imbau PTS Lakukan Mitigasi
Pada penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun akademik 2020/2021 lalu, perguruan tinggi swasta (PTS) di DIY tak berani pasang ekspektasi tinggi-tinggi.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Sebab, menurutnya, bisa jadi dampak tersebut baru akan dirasakan beberapa tahun setelah pandemi berlangsung.
"Kami sampaikan kepada perguruan tinggi yang belum terdampak, jangan santai saja, karena bisa jadi dampaknya baru dirasakan tahun ini. Sebab tabungan makin banyak tergerus, ekonomi tergerus, dan sebagainya. Karena pada saat krismon (krisis moneter) dulu dampaknya itu 2-3 tahun kemudian," paparnya.
"Ini yang perlu masuk radar semua PTS. Kalau tahun ini aman belum tentu tahun depan aman, belum tentu 2 tahun lagi aman. Perlu diperhatikan dengan berbagai langkah mitigasi," lanjut Rektor Universitas Islam Indonesia itu.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof Dr Didi Achjari mengungkapkan, dari sisi pemerintah pihaknya turut memberikan opsi bantuan kepada calon mahasiswa.
Yaitu, dalam bentuk kartu Indonesia pintar kuliah (KIP-K) dan bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19.
"Kami mencoba menggaet mahasiswi itu kuliah di Yogya, dengan cara kemudahan persyaratan bantuan bagi mahasiswa terdampak Covid-19, kedua melalui Bidikmisi (KIP-K) yang terus berjalan. Mudah-mudahan alokasinya tahun ini meningkat untuk wilayah V ini," ujar Didi.
Ia menjelaskan, persyaratan untuk mendapatkan bantuan tersebut pada tahun ini relatif lebih mudah.
Jika dahulu ada persyaratan harus menempuh semester tertentu, maka pada tahun ini dapat berlaku bagi semua mahasiswa yang terdampak. Aturan-aturan lain pun menurutnya telah disesuaikan lebih fleksibel.
Baca juga: Bisa Magang dan Kerja di Shopee, Sea Scholarship Indonesia Hadir di Enam Kampus Ternama Tanah Air
Saat ini, lanjut Didi, tinggal bergantung kepada kampus-kampus apakah mau menangkap tawaran alokasi atau kuota KIP-K dari pemerintah itu atau tidak.
"Untuk prodi (program studi) tertentu yang berbiaya mahal itu memang enggak nutup, tetapi yang biayanya murah seperti bidang sosial banyak yang mau masuk ke situ," terangnya.
Didi menambahkan, pada 2020, DIY menerima total 4.157 mahasiswa dari jalur KIP-K. Adapun kampus tertinggi di DIY menerima sebanyak 491 mahasiswa KIP-K.
Sedangkan, untuk mahasiswa yang terdampak Covid-19, yang dibantu dalam pembayaran UKT sebanyak 12.211, terbagi dalam 90 kampus yang menerima.
"Dari jumlah itu ada kampus yang menerima 1.165 mahasiswa, ada yang hanya 2 mahasiswa. Variasinya banyak sekali," bebernya. (uti)