Erupsi Gunung Merapi
BPPTKG: Selama 6 Jam, Gunung Merapi Luncurkan Tiga Kali Awan Panas ke Hulu Kali Krasak dan Boyong
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta teramati mengeluarkan tiga kali guguran awan panas
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta teramati mengeluarkan tiga kali guguran awan panas selama enam jam pemantauan.
Berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada Senin (25/1/2021) pukul 18.00-24.00, awan panas meluncur dengan jarak sekitar 600 meter hingga 1 km.
Guguran mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong.
Baca juga: Penyebab Utama Kenapa Luka Diabetes Susah Sembuh, Bahkan Kerap Infeksi
Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Hari Ini, Selasa 26 Januari 2021
"Kolom asap terpantau setinggi 300-400 meter di atas puncak," jelas Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam laporannya pada Selasa (26/1/2021).
Gunung setinggi 2.968 mdpl juga teramati mengularkan lava pijar sebanyak 14 kali ke arah barat daya, dengan jarak luncur sekitar 300 hingga 700 meter.
Lebih jauh, Hanik menjelaskan, hasil amatan meteorologi menunjukkan cuaca cerah dan berawan di sekitar puncak Gunung Merapi.
"Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 15-20 °C, kelembaban udara 72-97 %, dan tekanan udara 567-687 mmHg," paparnya.
Kemudian aktivitas kegempaan yang tercatat di seismograf yakni gempa guguran sebanyak 43 kali, gempa hembusan tujuh kali, dan hybrid atau fase banyak empat kali.
Baca juga: SINOPSIS Ikatan Cinta 26 Januari : Al Jujur Ke Mama Rosa Soal Masa Lalu Andin, Apa Yang Terjadi ?
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Selasa 26 Januari 2021, Andin Masih Jutek ke Aldebaran?
Atas hasil amatan itu, status Gunung Merapi tetap berada pada level III atau siaga.
Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten direkomendasikan untuk terus melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi.
Selain menjauhi radius bahaya, masyarakat juga perlu mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
"Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tuturnya. (tro)