Kesehatan

Dokter Spesialis RS Jogja Jelaskan Hal-Hal yang Diperlukan untuk Isolasi Mandiri COVID-19

Metode yang digunakan dalam isolasi mandiri adalah gotong-royong antar beberapa profesi kesehatan dan masyarakat. 

Shutterstock/Kobkit Chamchod via kompas.com
Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dokter rumah sakit (RS) Jogja atau RSUD Kota Yogyakarta, dr Sri Aminah, SpA, MPH, menjelaskan beberapa strata tempat perawatan bagi pasien terkonfirmasi COVID-19 dan hal-hal yang diperlukan untuk isolasi mandiri

Mantan Direktur RSUD Kota Yogyakarta itu menyebutkan, jenis-jenis tempat perawatan bagi pasien covid-19 yang memungkinkan untuk isolasi mandiri di antaranya:

1. Apartemen, kamar atau rumah pribadi, rumah kos, asrama, sekolah : untuk orang tanpa gejala (OTG) dengan dikawal oleh pemantau
2. Shelter : untuk OTG dan gejala ringan dengan dikawal oleh pemantau
3. Shelter plus, rumah sakit lapangan : gejala ringan dan sedang (?) dengan dikawal oleh pemantau

Baca juga: dr Erlina Burhan Jelaskan Alasan Orang Bisa Terjangkit Covid-19 Meski Telah Disuntik Vaksin

Sementara itu, untuk tingkat gejala yang lebih berat, pasien covid-19 memerlukan perawatan di:
1. RS Kelas D : gejala ringan, sedang (?), komorbid tidak kompleks
2. RS Kelas C : gejala sedang, berat (?), ibu bersalin yang tidak memiliki kelainan patologis pada kehamilannya, komorbid tidak kompleks
3. RS Kelas B : gejala sedang, berat, kritis, ibu bersalin, OK tekanan negatif, komorbid sesuai kemampuan RS
4. RS Kelas A : gejala sedang dengan komorbid kompleks, berat, kritis, operasi tekanan negatif

Lebih lanjut, Sri menerangkan mengenai orang atau pihak-pihak yang diperlukan dalam isolasi mandiri

"Pertama harus ada pemantau pasien, bisa berasal dari tenaga kesehatan (IDI, IBI, PPNI), dokter internship, dokter yang sedang menempuh pendidikan koas atau baru lulus sekolah keperawatan," kata Sri dalam webinar Sonjo Angkringan #41: Gotong Royong Isoman Berbasis Komunitas di kanal YouTube Sonjo Jogja, Minggu (24/1/2021) malam. 

"Koas pun kami ajari bisa, karena nanti ada wadah dengan WA group untuk berkonsultasi dengan yang lebih senior," sambungnya. 

Kedua, pihak yang harus ada adalah pemantau tempat perawatan.

"Yakni koordinator lapangan dari dinas tingkat provinsi, kabupaten/kota, terkait keberlangsungan tempat isolasi mandiri itu sendiri," ungkap Sri. 

Ketiga, adah triage disaster yang dikomandani oleh orang klinisi. 

Baca juga: DPRD DI Yogyakarta Desak Penambahan Kamar Perawatan COVID-19 di Rumah Sakit

Sementara, lanjutnya, metode yang digunakan dalam isolasi mandiri adalah gotong-royong antar beberapa profesi kesehatan dan masyarakat. 

Di samping itu, menggunakan WA group atau Zoom, ada pemantauan daring, sistem rujukan dengan Sisrute dan pihak komplementer seperti komunitas Sonjo Jogja, penyediaan lumbung pangan oleh masyarakat, dan ada supervisi fasilitas isolasi mandiri baik dari sisi manajerial dan klinis agar pasien tidak terbengkalai. 

"Alat yang dipakai untuk isolasi mandiri adalah oksimetri, jangan sampai terjadi happy hipoksia, di tempat isolasi mandiri harus ada ini. Kemudian, HP, termometer, catatan, ember, detergen, sabun untuk keperluan pribadi," bebernya. 

Pakar di bidang manajerial kebencanaan ini menyampaikan, kasus COVID-19 yang ada harus match dengan fasilitas layanan kesehatan, respons cepat, kualitas optimal, dan tenaga kesehatan tidak dibiarkan kelelahan. 

"Sistem komando harus ada dan tegas, sehingga bencana dapat dikelola dengan optimal," tandasnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved