Breaking News:

Pendidikan

BPJT dan UGM Pantau Kerusakan Jalan Tol Lewat Teknologi AI

BPJT menggandeng peneliti UGM dalam pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence untuk memantau kerusakan jalan tol di seluruh Indonesia.

Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
BPJT dan UGM Pantau Kerusakan Jalan Tol Lewat Teknologi AI 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menggandeng peneliti dari UGM dalam pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk memantau kerusakan jalan tol di seluruh Indonesia.

Pemanfaatan teknologi AI ini diharapkan bisa memberi informasi yang lebih cepat apabila terjadi potensi adanya retakan dan lubang sehingga tindakan pemeliharaan segera dilakukan lebih dini.

“Dari teknologi ini kita bisa memprediksi kondisi aset jalan tol sehingga pemeliharaan dapat dilakukan segera tanpa menunggu jalan tol itu rusak,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Prof. Ir. Danang Parikesit, M.Sc.,Ph.D., usai penandatangan nota kesepahaman kerja sama dengan Rektor UGM, Jumat (22/1/2021).

Menurut Danang pemanfaatan teknologi ini memungkinkan pemeliharaan aset infrastruktur jalan tol lebih terjaga dengan baik sebab BPJT mengatur 2.300 kilometer jalan tol yang dikelola oleh 40 badan usaha milik pemerintah maupun swasta.

Baca juga: Epidemiolog UGM: PSTKM Berlanjut, Satgas Covid-19 dan Relawan di Tingkat RT RW Harus Jalan

“Ada 62 ruas jalan tol dengan portofolio investasi lebih dari Rp 600 triliun, ini aset luar biasa,” kata Danang.

Selain itu, kata Danang, pemerintah berencana akan membangun jalan tol baru sepanjang 2.500 km hingga 2024 sehingga mengelola jalan tol sepanjang itu diperlukan teknologi yang lebih canggih tidak lagi mengandalkan metode pemetaan secara manual.

Dengan adanya data dari teknologi kecerdasan buatan dalam mengumpulkan informasi kerusakan jalan tol maka nantinya pihak BPJT akan meminta dana usaha pengelola melakukan perbaikan langsung karena ada standar pelayanan jalan tol.

“Bila tidak dilakukan pemeliharaan maka tidak akan diikutkan pada penyesuaian tarif jalan tol setiap dua tahun sekali,” paparnya.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., menyambut baik kerja sama penerapan teknologi AI pada pemeliharaan dan pengoperasian jalan tol di Indonesia.

Menurutnya lewat teknolgi ini, pengelolaan dan pengoperasioanal jalan tol tidak lagi mengunakan cara lama tapi cara baru untuk berbagai kepentingan.

Baca juga: UGM Mewisuda 751 Lulusan Program Pascasarjana Secara Daring dan Luring Terbatas

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved