Kabupaten Gunungkidul
Pemkab Gunungkidul Harapkan Pemda DI Yogyakarta Turun Tangan Bantu Pasien Isoma
Pemerintah pusat menggunakan sistem baru dalam pengelolaan anggaran sehingga yang di daerah memerlukan waktu untuk penyesuaian.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sulitnya bantuan logistik bagi warga isolasi mandiri (isoma) terkuak belum lama ini.
Permasalahan pun bertambah lantaran anggaran untuk bantuan di 2021 ini belum cair.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menjelaskan kendala itu terjadi lantaran adanya sistem baru dalam pengelolaan anggaran.
"Pemerintah pusat menggunakan sistem baru sehingga yang di daerah memerlukan waktu untuk penyesuaian," katanya dihubungi wartawan, Kamis (21/01/2021).
Adapun sistem baru yang dimaksud Immawan adalah Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD).
Baca juga: Anggaran Bantuan Habis, Pasien Isoma COVID-19 di Gunungkidul Bergantung pada Kalurahan
Pemerintah daerah pun wajib menggunakan sistem serupa.
Alhasil, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum bisa mencairkan anggaran untuk bantuan warga isoma.
Sedangkan anggaran tahun sebelumnya sudah habis terpakai.
"Mengingat anggaran sudah habis, saat ini bantuan dari provinsi sangat diperlukan," jelas Immawan.
Pemkab Gunungkidul pun terbantu dengan inisiatif gerakan masyarakat yang menyalurkan bantuan secara swadaya.
Adapun bantuan yang diberikan utamanya kebutuhan pokok hingga kebutuhan tambahan lainnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul Siwi Iriyanti mengungkapkan anggaran bantuan bagi warga positif COVID-19 yang isoma telah habis sejak 2020.
Baca juga: PT Pos Perpanjang Penyaluran BST di Gunungkidul hingga Hari Ini
"Saat ini masih dalam proses, karena pencairannya memerlukan berbagai tahapan administrasi," katanya.
Selama 2020 lalu, Dinsos Gunungkidul telah menyalurkan lebih dari 1000 paket sembako.
Paket tersebut diberikan pada warga terdampak COVID-19, khususnya isoma.
Lantaran anggaran habis, kini bantuan sembako bergantung pada anggaran kalurahan.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Ery Agustin, kemarin.
"Sumber bantuan sembako selama 2020 itu berasal dari Belanja Tak Terduga (BTT), APBD 2020, serta bantuan pihak ketiga," kata Siwi.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemkab-gunungkidul-harapkan-pemda-di-yogyakarta-turun-tangan-bantu-pasien-isoma.jpg)