Yogyakarta

Setelah Nakes, Berikut Sasaran Program Vaksinasi Covid-19 di DIY

DIY telah memulai program vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang ditujukan kepada para tenaga kesehatan. 

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat menjalani skrining kesehatan jelang vaksinasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai program kelanjutan di tingkat nasional, DIY pun telah memulai program vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang ditujukan kepada para tenaga kesehatan. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari mengatakan, proses vaksinasi di DIY kepada tenaga kesehatan mulai dilakukan sejak 15 Januari 2021 hingga saat ini masih berlangsung. 

"Sudah dilakukan mulai tanggal 15 Januari dan akan berjalan kira-kira sampai 2 minggu ke depan. Diharapkan akhir bulan ini sudah selesai," ujarnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Selasa (19/1/2021). 

Rony menuturkan, proses vaksinasi yang saat ini sedang berjalan merupakan tahap pertama termin pertama.

Sekitar 33 ribu dosis vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. 

"Ini merupakan tahap pertama termin pertama karena jumlah vaksin yang dikirim ke DIY terbatas. Hanya sekitar 33 ribu atau 36 ribu vaksin kalau tidak salah," tuturnya. 

Adapun pemilihan Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta ialah karena kedua wilayah ini terletak di pusat pemerintahan yang mana lebih banyak terjadi interaksi antar masyarakat, aktivitas, maupun orang-orang berkerumun. 

Baca juga: RSUD Kota Yogyakarta Akan Tambah 10 Tempat Tidur Pasien Covid-19 Pada Awal Februari Mendatang

Baca juga: Kurangi Beban RS Rujukan Covid-19, Sri Sultan HB X : OTG Tak Harus Dirawat di Rumah Sakit

Menurut Rony, dalam tahap pertama termin pertama ini hampir seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta sudah terjangkau oleh program vaksinasi, baik rumah sakit maupun Puskesmas. 

Ia menambahkan, setelah nantinya dilakukan vaksinasi kepada seluruh tenaga kesehatan di DIY, tahap berikutnya vaksinasi juga akan menjangkau kalangan lain. 

"Tahap kedua nanti untuk para pelayan publik. Tahap ketiga untuk orang-orang yang rentan dan berusia lanjut, karena kami masih menunggu vaksin yang aman untuk itu. Kemungkinan akan dilaksanakan pada Februari dan Maret," bebernya. 

"Yang terakhir nanti baru dilakukan untuk para pelaku ekonomi dan pemuda-pemuda yang masih kuat. Kami menunggu proses yang kali ini selesai dan vaksin berikutnya datang," sambungnya. 

Meskipun seorang individu sudah diberikan vaksin, Rony mengingatkan agar yang bersangkutan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Sebab, bisa saja seseorang yang divaksin menjadi pembawa virus walaupun sudah kebal. Atau berinteraksi dengan orang lain yang membawa virus. 

"MUI juga sudah menyebutkan vaksin aman, artinya sudah tidak perlu khawatir lagi tentang kehalalannya. BPOM juga sudah mengatakan jaminan keamanan vaksin Sinovac yang sekarang beredar di Indonesia, sudah melewati uji klinis tahap ketiga," tambahnya. 

Menurut Rony, hingga saat ini belum ada laporan mengenai efek samping berbahaya yang dialami oleh orang-orang yang sudah disuntik vaksin di DIY.

"Tidak ada laporan tentang kekhawatiran atau efek yang membahayakan dari orang yang sudah divaksin sejauh ini," tandasnya. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved