RSUD Kota Yogyakarta Akan Tambah 10 Tempat Tidur Pasien Covid-19 Pada Awal Februari Mendatang

Ketersediaan TT pasien Covid-19 di RSUD Kota Yogyakarta ialah 3 TT critical dan 20 TT non critical.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
suasana RS Jogja 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Direktur Utama RSUD Kota Yogyakarta, Ariyudi Yunita, mengatakan pihaknya akan melakukan penambahan 10 tempat tidur (TT) untuk pasien Covid-19 yang dirawat.

Penambahan tersebut direncanakan terealisasi mulai awal Februari 2021 mendatang.

“Kalau menambah (TT) kami berusaha menambahkan. Insya Allah Februari awal kami jalan. Sedang dibetulkan, artinya ruangan pasien Covid-19 itu harus ada anterum, yang memisahkan antara pakai baju APD (alat pelindung diri) lengkap dan tidak pakai APD. Harus ada ducting, yaitu sistem udara ke atas supaya sirkulasi udara baik. Itu sedang dipersiapkan,” ujarnya kepada Tribunjogja.com, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Tanggapan Dirut RSUD Kota Yogyakarta Terkait Data Pelaporan Tempat Tidur Covid-19 Tidak Realtime

Baca juga: Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul : 32 Tempat Tidur Pasien Covid-19 Kami Selalu Penuh

Adapun saat ini, Ariyudi menjelaskan, ketersediaan TT pasien Covid-19 di RSUD Kota Yogyakarta ialah 3 TT critical dan 20 TT non critical.

Jumlah tersebut baru mencapai sekitar 20 persen dari total TT di RSUD Kota Yogyakarta yang berjumlah 150 TT.

Dari 23 TT tersebut, menurut Ariyudi, rata-rata kondisi keterisian ialah 80 persen.

“Belum full, masih rata-rata 80 persen yang terisi. Belum sampai 100 persen, kami juga pakai sistem kohorting. RS di Kota Yogya dibagi 2, kami terimanya pasien yang sedang dan berat. Kalau ringan selama masih ada RS lain seperti RS Pratama itu ditampung di Pratama,” paparnya.

Baca juga: Sri Sultan HB X Minta RS Pemerintah Tambah Kapasitas Ruangan untuk Pasien Covid-19 Hingga 60 Persen

Baca juga: Sri Sultan HB X: Belum Ada Laporan Efek Samping Vaksin Covid-19 di DIY

Ditanya terkait permintaan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, yang meminta RS pemerintah untuk meningkatkan kapasitas TT pasien Covid-19 hingga 60 persen dari jumlah TT yang dimiliki RS, Ariyudi mengungkapkan masih ada beberapa kendala terkait hal ini.

“Untuk menambah (TT dan ruang isolasi) itu harus bikin anterum, ducting, dokter kami meminta seperti itu. Supaya aman, baik dokter, pasien, dan nakes. Itu perlu proses dan waktu. Dokter dan perawat kami sudah cukup. Dokter penyakit dalam kami 4, perawat kami banyak,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved